Terkait Temuan Dua Ton Kayu Ilegal, DPRA Turunkan Pansus ke Lokasi Proyek PLTM di Aceh Tenggara

DPRA menurunkan tim panitia khusus anggota DPRA Dapil 8 (Gayo Lues dan Agara) ke lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro.

Terkait Temuan Dua Ton Kayu Ilegal, DPRA Turunkan Pansus ke Lokasi Proyek PLTM di Aceh Tenggara
IST
Lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lawe Sikap, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - DPRA menurunkan tim panitia khusus (Pansus) Anggota DPRA Dapil 8 (Gayo Lues dan Agara) ke lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lawe Sikap, Aceh Tenggara dan Proyek APBA-P 2018. 

Anggota Komisi II DPRA, Yahdi Hasan dari Partai Aceh, kepada Serambinews.com, Selasa (9/7/2019) mengatakan, tim pansus terdiri dari Buhari Selian, Aminuddin, Jumarin, Syech Ahmadin, Yahdi Hasan, serta dua orang staf.

Menurut dia, dalam pansus ini, sesuai pasal 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, mereka akan meninjau lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Lawe Sikap di Desa Batu Mbulan I, Kecamatan Babussalam, Agara.

Kedatangan mereka untuk meninjau aktivitas proyek pembangunan PLTM Lawe Sikap, dampak lingkungan, serta melihat temuan kayu ilegal loging di lokasi proyek PLTM.

“Kami juga mau melihat aktivitas exploitasi pertambangan yang menggunakan alat berat di lokasi ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya , Polres Aceh Tenggara, Rabu (12/6/2019) siang, mengamankan dua ton lebih kayu diduga ilegal dari lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Lawe Sikap.

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Minihidro (PLTM) Lawe Sikap, direncanakan rampung akhir 2019.

Namun, disinyalir pihak rekanan tidak pernah membayar pajak mineral bukan logam dan bebatuan yang jumnlahnya mencapai Rp 4.000 per meter kubik, untuk kebutuhan Galian C dalam proyek dimaksud.

Tim Pemkab melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) yang diturunkan ke lokasi proyek PLTM Lawe Sikap, juga menemukan adanya pasokan batu pecah dan material Galian C secara ilegal untuk kebutuhan proyek pembangunan PLTM.(*)

Baca: Wali Kota Minta Pusat Pertimbangkan Penghapusan Fasilitas Cukai di Sabang

Baca: Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi Dalam Rakor se-Sumatera di Bengkulu

Baca: Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Temenggung Dibebaskan Mahkamah Agung, KPK Kaget: Ini Aneh bin Ajaib

Baca: Pengumuman SBMPTN 2019, Berikut 12 Link Alternatif Hindari Lemot, Silakan Cek Apakah Kamu Lulus?

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved