Bangunan Toko Kangkangi IMB

Masyarakat Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, mengeluhkan

Bangunan Toko Kangkangi IMB
IST
M HIDAYAT, Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh

* Izin Tiga Lantai, Dibangun Lima Lantai

BANDA ACEH - Masyarakat Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, mengeluhkan kondisi pembangunan sebuah toko di Jalan Baburrahman, desa setempat. Pasalnya, dari izin pendirian yang diperbolehkan Pemko Banda Aceh cuma tiga lantai. Tapi, diduga pemilik toko tersebut nekat membangun sampai lima lantai, sehingga kondisi itu memunculkan keresahan warga setempat, karena dikhawatirkan bangunan tersebut rubuh dan menimpa perumahan warga yang ada di kiri dan kanan bangunan itu. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan akan memakan korban jiwa.

Keluhan dan protes tersebut disampaikan Kepala Dusun Teratai, Riazil kepada Serambi, Selasa (9/7). Menurutnya, pemilik bangunan sudah menerima surat teguran dari Dinas PUPR Banda Aceh bertanggal 14 Juni 2019, perangkat Dusun Teratai yang dikenal kawasan Goheng itu juga sudah memprotes pembangunan tersebut.

“Teguran dari Dinas PUPR saja diabaikan, apalagi teguran dari kami. Pendirian toko itu yang diizinkan Pemko tiga lantai, tapi nekat dibangun lima lantai. Ini harus mendapat perhatian serius. Kalau terjadi apa-apa, misalnya rubuh bangunan tersebut, siapa yang bertanggung jawabm” tanya Riazil.

Ia menerangkan, dalam surat teguran pemberitahuan dari Dinas PUPR yang ikut ditembuskan ke Keuchik Lamteumen Timur--kopian ikut diterima Serambi, di poin satu tertulis berdasarkan hasil pengawasan di lapangan bahwa pembangunan bangunan toko yang dilanjutkan oleh pemilik di Jalan Baburrahman, Gampong Lamteumen Timur tidak sesuai dengan IMB yang diberikan.

Dari tiga IMB yang diberikan, yakni SIMB Nomor 640/198/SIMB/2013, SIMB Nomor 640/199/SIME/2013, SIM 640/200/SIMB/2013 dan SIMB Nomor 640/201/3IMB/2013 tanggal 8 Mei 2013, yakni bangunan toko empat unit berlantai tiga, sedangkan pembangunan yang dilaksanakan lima lantai. Lalu, poin kedua, sesuai ketentuan Qanun Kota Banda Aceh Namor 2 tahun 2013 tentang Perubahan atas Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 tahun 2009 tentang Rencanan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tahun 2009-2029 bahwa peruntukkan lahan pada lokasi dimaksud adalah sebagai ‘Kawasan Perdagangan dan Jasa’.

Lalu, di dalam surat teguran pemberitahuan pembangunan bangunan tidak sesuai IMB dan KSB yang ditujukan pada pemilik toko tersebut, juga tertera tiga poin lainnya, yakni berdasarkan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 10 Tahun 2004 tentang Bangunan Gedung Pasal 81, dilarang mendirikan, memperluas, mengubah dan memperbaiki/merehab bangunan apabila tidak mempunyai surat IMB, menyimpang dari ketentuan atau syarat-syarat yang ditentukan dalam surat IMB dan menyimpang dari peraturan dan syarat-syarat yang ditetapkan dalam qanun dan persyaratan lainnya. Lalu, di poin keempat, ditegaskan penghentian pekerjaan, melakukan pembangunan sesuai IMB, melakukan penyesuaian kembali IMB atau melakukan pembongkaran bangunan yang tidak sesuai IMB.

Merespon keresahan warga Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur terhadap bangunan yang menyalahi IMB tersebut, Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, M Hidayat SSos yang ditanyai Serambi, tadi malam mengatakan, akan segera memanggil pemilik toko tersebut. “Sesuai qanun bangunan dan gedung, kami akan panggil pemilik toko tersebut untuk mengklarifikasinya terhadap pelanggaran serta kami meminta agar pemilik itu taat dan mematuhi aturan serta ketentuan yang telah ditegaskan dalam surat teguran pemberitahuan itu,” sebut Hidayat.

Pihaknya tetap meminta pemilik toko tersebut untuk membongkar sendiri serta mengindahkan surat teguran dari Dinas PUPR Kota Banda Aceh. “Bila tidak diindahkan, maka kami akan segera membuat rapat tim untuk membongkar paksa bangunan yang menyalahi IMB tersebut. Kami harapkan pemilik toko itu taat dan patuh aturan,” demikian Hidayat.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved