Peternak Ayam di Saptajaya Gugat Datuk Penghulu Rp 1 Miliar

Datuk Penghulu Jamurjelatang, Juparto digugat seorang peternak ayam ke PN Kualasimpang.

Peternak Ayam di Saptajaya Gugat Datuk Penghulu Rp 1 Miliar
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Warga dari Kemukiman Saptajaya mendatangi PN Kualasimpang untuk memberi dukungan moril kepada Juparto yang menghadapi gugatan Rp 1 miliar, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Datuk Penghulu Jamurjelatang, Juparto digugat seorang peternak ayam ke PN Kualasimpang.

Penggugat mengklaim telah dirugikan secara materi hingga Rp 1 miliar.

Sidang perdana gugatan ini seharusnya dilangsungkan di PN Kualasimpang, Rabu (10/7/2019). Namun karena ada kesalahan penulisan identitas tergugat, agenda sidang ditunda pekan depan.

Gugatan ini dilayangkan Sutriono, peternak ayam di Jamurjelatang yang merasa telah dirugikan oleh aksi massa.

Kasus ini berawal dari aksi protes warga terkait peternakan ayam yang dikelola Sutriono. Massa menuduh peternakan itu telah menyebabkan hama lalat.

Dia juga menuduh massa menjarah sejumlah barang pribadinya, seperti timbangan, setrika, cangkul, bola lampu hingga ayam.

Seluruh kejadian ini kata dia disaksikan perangkat kecamatan, termasuk Datuk Penghulu Jamurjelatang, Juparto.

Baca: Diprotes Warga, Peternakan Ayam di Saptajaya Ditutup Sementara

Baca: Hama Lalat Serbu Kemukiman Saptajaya di Tamiang, Warga Berharap Pemkab Turun Tangan

Baca: Warga Polisikan Peternak Ayam

"Mereka memaksa saya menutup peternakan yang merupakan satu-satunya tempat saya mencari nafkah," kata Sutriono.

Terpisah, Juparto menilai gugatan ke dirinya salah alamat. Keberadaan di lokasi kejadian justru untuk menenangkan massa.

Dia memastikan tidak ada memprovokasi warga, apalagi terlibat penjarahan.

"Saya terkejut, kok tiba-tiba saya digugat. Saya ada di situ karena mencoba menenangkan warga saya," kata Juparto.

Dalam gugatan itu Juparto dituntut membayar ganti rugi Rp 1 miliar.

Dirincinya kerugian ini terdiri atas denda pengembalian ayam Rp 10 juta, pembuatan kandang Rp 430 juta, dan operasional sebanyak lima kali Rp 225 juta. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved