60% Rekening Masyarakat Aceh Masih di Bank Konvensional

Meski konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah sudah berlangsung dua tahun lebih

60% Rekening Masyarakat Aceh Masih di Bank Konvensional
situsbudaya.id
Gedung Bank Indonesia Perwakilan Aceh di di Jalan Cut Meutia Banda Aceh. 

* Dua Tahun Setelah Konversi Bank Aceh ke Syariah

BANDA ACEH - Meski konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah sudah berlangsung dua tahun lebih, namun hingga kini sekitar 60 persen rekening tabungan masyarakat Aceh masih terjebak riba atau masih berada di bank konvensional.

Hal itu berarti bahwa saat Bank Aceh berkonversi ke syariah tidak serta merta diikuti dengan bersyariahnya seluruh masyarakat Aceh yang memiliki rekening tabungan di bank.

Buktinya, hingga kini lebih setengah dari total pemilik rekening di Aceh masih betah menjadi nasabah bank konvensional.

Hal itu disampaikan Yason Taufik Akbar dari Bank Indonesia (BI) Aceh mewakili regulator yang ikut dalam penyusunan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) pada seminar “Implementasi Qanun LKS Momentum Mengakselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Aceh,” di Auditorium Kantor Perwakilan BI setempat, Selasa (9/7).

Ketika dikonfirmasi kembali oleh Serambi, kemarin, Yason Taufik Akbar menjelaskan, 60 persen tersebut merupakan angka yang masih tinggi selama dua tahun (2016-2018) berjalannya konversi Bank Aceh ke syariah.

“Rekening tabungan masyarakat Aceh masih di konvensional, rekeningnya tidak ditutup. Karena itu, kita imbau masyarakat untuk pindah ke syariah seiring dengan efektifnya qanun LKS tersebut,” harapnya.

Selama berada di Aceh, kata Yason, semua orang terutama yang muslim dan masyarakat Aceh diimbau untuk pindah dari bank konvensional ke bank syariah.

“Kalau kita punya 3,92 juta rekening konvensional, maka rekening syariah hanya dua juta. Jadi, masyarakat Aceh tak menutup rekening konvensional setelah Bank Aceh berkonversi ke syariah,” ujar Yason.

Ia menambahkan, dampak dari konversi Bank Aceh ke syariah tidak serta merta membebaskan masyarakat Aceh dari riba.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved