Bupati Saifannur Berang Saat Tinjau Lahan Peternakan di Ranto Panyang Sudah Ditumbuhi Semak Belukar

Lahan peternakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, kini kembali ditumbuhi semak belukar.

Bupati Saifannur Berang Saat Tinjau Lahan Peternakan di Ranto Panyang Sudah Ditumbuhi Semak Belukar
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Lahan peternakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, kini kembali ditumbuhi semak belukar. Foto diambil dari udara, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Lahan peternakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, kini kembali ditumbuhi semak belukar.

Padahal lahan seluas 66 hektar itu, setahun lalu telah dibersihkan oleh Pemkab setempat.

Bupati Bireuen, H Saifannur, sangat berang ketika melihat lahan peternakan yang sudah dibersihkan itu tidak dijaga dan telah ditumbuhi semak belukar.

Dirinya kecewa kepada petugas atau dinas terkait yang mengelola lahan peternakan tersebut.

"Ini tidak benar, sangat kecewa kita, padahal lahan peternakan ini sudah kita bersihkan dan akan kita jadikan kawasan wisata peternakan, tapi dibiarkan tumbuh semak-semak seperti hutan," ujar Saifannur kesal, saat meninjau lahan peternakan tersebut, Kamis (11/7/2019). 

Dikatakan bupati, kawasan peternakan seluas 66 hektare tersebut, sebelumnya memang sempat terlantar selama 15 tahun lebih akibat konflik.

Setahun yang lalu Saifannur berinisiatif membersihkan lahan itu dengan mengerahkan alat berat (beco dan bouldoser) untuk dikembangkan menjadi kawasan pusat peternakan.

Baca: Bupati Bireuen akan Tindak Tegas ASN Nongkrong di Warkop, Ini Sanksinya

Baca: Bupati Saifannur Lantik Pengurus Karang Taruna Bireuen, Murdani Ketua Umum

"Lahan peternakan di Ranto Panyang ini sudah lama terlantar, kemudian kita membangun program pembangunan kawasan pusat peternakan di lokasi ini, tapi sekarang sudah jadi semak belukar lagi, ini tidak bisa dibiarkan, sangat kesal saya, baru beberapa bulan tidak kita tinjau, sudah jadi hutan lagi," kata Saifannur berang.

Bupati meminta kepada dinas terkait atau penjaga dan pengelola lahan peternakan ini, agar dapat membersihkan kembali area peternakan yang sudah ditumbuhi semak belukar.

"Saya minta kepada petugas atau dinas pengelola lahan peternakan ini, segera membersihkan lahan ini lagi, agar bersih dan indah serta dapat kita jadikan kawasan wisata peternakan," tegas Saifannur.

Ditambahkannya, lahan peternakan ini harus kembangkan kembali, dan lahan yang sudah digunakan oleh masyarakat akan diambil alih lagi untuk dijadikan lahan peternakan terpadu. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved