Pansus DPRA Dapil II Sebut Pembangunan Pagar SLBN Pidie Jaya Mubazir

pembangunan pagar yang dibangun melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) 2018 sebesar Rp 1 miliar lebih

Pansus DPRA Dapil II Sebut Pembangunan Pagar SLBN Pidie Jaya Mubazir
SERAMBINEWS.COM / IDRIS ISMAIL
Tiga anggota Pansus DPRA Dapil II Pidie dan Pidie Jaya, Abubakar Usman (Dua kanan), Sulaiman Ary (Tengah) dan Ummi Kalsum (Kiri) melihat secara langsung pagar SLBN Gampong Poh Roh, Meureudu, Pijay yang telah rampung dikerjakan, Kamis (11/7/2019). 

Pansus DPRA Dapil II Sebut Pembangunan Pagar SLBN Pidie Jaya Mubazir

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pihak Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan (Dapil) II Pidie dan Pidie Jaya (Pijay) menemukan pembangunan pagar SLBN Pidie Jaya banyak hal yang mubazir.

Meski telah rampung pembangunan pagar yang dibangun melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) 2018 sebesar Rp 1 miliar lebih.

Baca: Pemilu Sudah Selesai, Haji Uma Harap Rakyat Bersatu untuk Bangun Aceh

Anggota Pansus II DPRA Pidie dan Pijay, Abubakar Usman didampingi Ir Sulaiman Ary, dan Ummi Kalsum kepada Serambinews.com, Kamis (11/7/2019) mengatakan, pembangunan pagar kompleks SLBN Pijay sebesar Rp 1,047.200.000 melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) 2018.

"Kondisi kompleks bangunan di atas perbukitan dengan pagar yang dibangun disisi bawah lereng tidak memberikan dampak mamfaat bagi lahan kompleks sekolah," kata Abubakar Usman.

Hanya saja volume luas lahan untuk memagari lahan di bawah lereng perbukitan jauh lebih panjang ketimbang pagar yang berada di perbukitan yang memagari empat unit gedung utama.

Baca: Sampah Meluber ke Badan Jalan, Pengguna Jalan Tak Nyaman Melintasi Kawasan TPA di Simeulue Timur

Karena kondisi demikian, maka pemerintah kabupaten agar ke depannya untuk dapat menjadikan sebagai pelajaran berharga untuk dapat mengusulan setiap item bangunan dengan mengedepankan asas mamfaat yang jauh lebih besar.

Apalagi ini menyangkut hajat bagi para penyandang cacat atau Disabilitas yang semestinya menjadi fokus utama. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved