INFO ACEH TIMUR

Pemerintah Sosialisasi Batas Wilayah Perairan terhadap Nelayan, Cegah Illegal Fishing

Sekda Aceh Timur, membuka sosialisasi tentang Implementasi Kebijakan Pemberantasan Ilegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing dan Dampaknya..

Pemerintah Sosialisasi Batas Wilayah Perairan terhadap Nelayan, Cegah Illegal Fishing
For Serambinews.com
Sekda Aceh Timur, foto bersama dengan Kedutaan Besar Myanmar, Kepala Sub IV Direktorat Asia Tenggara, Kementerian KKP, Kadis DKP Aceh, Kadis DKP Aceh Timur, Panglima Laot Lhok IDI, dan Perwakilan Nelayan usai sosialisasi di Pendopo Idi, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, M Ikhsan Ahyat, SSTP, MAP, membuka sosialisasi tentang Implementasi Kebijakan Pemberantasan Ilegal Unreported Unregulated (IUU)  Fishing dan Dampaknya  Dalam Hubungan Bilateral RI - Negara Sahabat di Kawasan, yang berlangsungdi Aula Pendopo Idi, Kamis (11/7/2019).

Sekda Aceh Timur M Ihksan Ahyat, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas penghargaan pemerintah pusat melalui Kemenlu dan jajaranya, serta pihak terkait atas pembebasan terhadap 23 nelayan asal Aceh Timur yang melanggar batas wilayah dan melakukan penangkapan ikan di perairan Negara  Myanmar.

"Dan penghargaan kami juga kepada kedubes RI di Yangon Myanmar. Sedangkan2 Tekong boat yang ditangkap aparat pemerintah Myanmar akan menjalani hukuman," jelas Sekda Ikhsan.

Ikhsan mengatakan, Aceh memiliki luas kawasan laut mencapai 295 ribu KM² dengan panjang garis pantai mencapai 2.666 KM, dengan kawasan laut seluas itu potensi perikanan Aceh diperkirakan mencapai 1,8 juta ton per tahun.

Lebih lanjut disampaikan, Pelabuhan Perikanan Idi merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar dan tersibuk  di kabupaten Aceh Timur.

Hasil tangkapan paling besar adalah ikan calang yaitu sebesar 64.126.874 KG dan hasil tangkapan ikan paling kecil adalah ikan tuna mata besar yaitu sebesar 6.342.097 KG, ikan calang adalah khas hasil tangkapan nelayan kuala Idi.

"Sosialisasi dari pihak pemerintah tentang batas perairan kepada nelayan harus terus ditingkatkan sebab banyak nelayan yang tidak dilengkapi dengan alat navigasi yang canggih akibatnya nelayan sering melewati batas perairan saat mencari ikan, pemerintah belum bisa banyak membantu nelayan dengan membekali alat teknologi lebih bagus. Harapan kita semua dengan adanya sosialisasi ini dapat mengurangi kasus penangkapan nelayan Aceh," harap Sekda Ikhsan.

Sebelumnya, Kepala Sub IV Derektorat Asia Tenggara Dewi Lestari dalam sambutannya mengatakan, tujuan acara ini diselenggarakan atas permintaan Bupati Aceh Timur.

Baca: Berhasil Tangani Kasus Illegal Fishing, Kajari dan TNI AL Sabang Terima Piagam dari Menteri Susi

Baca: Tiga Kapal Asing Illegal Fishing Ditenggelamkan di Langsa

Baca: Banyak Kapal Illegal Fishing tak Terdeteksi Saat Masuk Indonesia

"Bupati saat itu datang ke tempat kami di Kementrian luar Negeri (Kemenlu) dan meminta kepada kami untuk pembebasan nelayan yang ditangkap di luar negeri karena kasus Illegal fishing," katanya.

Di samping itu upaya ini juga sebagai penyampaian tentang Illegal fishing dan batas-batas laut kepada para nelayan sehingga nelayan dalam melakukan pencarian ikan tidak mengalami hambatan nantinya.

"Dalam sialisasi ini juga saya harapkan kepada para peserta mengikuti dengan serius dan tanyakan bila ada hal yang menyangkut tentang nelayan," demikian kata Dewi singkat.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut diantaranya, Sekda Aceh Timur H. M. Ihksan Ahyat, Sekertaris Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta Kyaw Thu, Kepala Sub IV Derektoratl Asia Tenggara Dewi Lestari, Pengawas Madya  Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sere Alina Tampubolon,.

Kemudian Kepala dinas kelautan dan Perikanan Aceh Cut Yusminar, A.Pi., M.Si, Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Ir. Syawaluddin, Panglima Laot provinsi Aceh H.T Bustamam, Panglima laot Idi Rayeuk  Rusli dan Perwakilan Nelayan Aceh Timur. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved