RSUZA Miliki Tiga Layanan Baru, Mulai dari Tindakan Endoskopi hingga Akupuntur

Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh kini memiliki layanan terbaru untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien..

RSUZA Miliki Tiga Layanan Baru, Mulai dari Tindakan Endoskopi hingga Akupuntur
For Serambinews.com
Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine foto bersama jajarannya seusai meresmikan tiga layanan terbaru di rumah sakit tersebut, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh kini memiliki layanan terbaru untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RS rujukan Provinsi Aceh itu.

Ketiga layanan yang diresmikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine, Kamis (11/7/2019), meliputi Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), Primary Percutaneous Coronary Intervention (PCI), dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi (Yankestrad).

Demikian disampaikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine kepada Serambinews.com seusai meresmikan layanan itu di RSUZA. Dia menegaskan bahwa di Aceh, ketiga layanan tersebut hanya bisa dilakukan di RSUZA Banda Aceh.

“Ketiga layanan ini mengikuti sistem berjenjang yang sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, termasuk pasien rujukan dari daerah,” ujarnya.

Baca: Kasus Laka di RSUZA Turun Drastis

Baca: Pasien Rujukan RSUZA Meninggal di Rumah Singgah Pemerintah Aceh di Jakarta

Baca: Poliklinik RSUZA tak Buka Selama Libur Lebaran, Pasien Diarahkan Berobat ke RS Tipe D

Azharuddin menjelaskan, ERCP merupakan tindakan untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada pankreas, saluran empedu, dan kandung empedu.

Tindakan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis gastroenterologi, dengan memasukkan alat endoskop berupa selang tipis dan elastis melewati saluran pencernaan pasien.

“ERCP merupakan kombinasi dari pemeriksaan endoskopi dan radiologi (Rontgen). Diagnosis dapat ditegakkan dengan lebih akurat, serta memudahkan pengobatan dan mempercepat masa penyembuhan pasien,” kata dia.

Sementara layanan kedua yakni Primary PCI, merupakan upaya mengatasi kondisi akut untuk menyelamatkan otot jantung dari kecacatan akibat sumbat yang terjadi tiba-tiba.

Sumbatan tersebut harus dibuka dengan angiografi dan implant stent pada arteri yang tersumbat.

“Tindakan ini sebaiknya dikerjakan dalam waktu kurang dari 6 jam sejak pasien mengeluh nyeri. Inilah periode emas sebelum otot jantung rusak permanen,” ucap Azharuddin, dan menyebut penanganan yang cepat dan tepat bisa menyembuhkan pasien 100 persen.

Ketiga, Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi (Yankestrad).

Dikatakan, Yankestrad mengombinasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional komplementer.

Melalui layanan yang dijamin dalam Permenkes Nomor 37 Tahun 2017 itu, pasien juga berhak memperoleh pengobatan tradisional, herbal, jamu, dan akupuntur (tusuk jarum) di rumah sakit.

“Akupuntur sendiri bisa mengobati orang dengan ketergantungan terhadap rokok,” tambah Azharuddin. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved