23 Rumah Rusak di Dua Daerah

Sebanyak 23 rumah milik warga di Bireuen dan Aceh Utara dilaporkan rusak setelah diterjang angin puting

23 Rumah Rusak di Dua Daerah
For serambinews.com
Bangunan rusak akibat puting beliung di Muara Batu, Aceh Utara, Rabu (10/7/2019) sore. 

* Akibat Diterjang Puting Beliung

BIREUEN – Sebanyak 23 rumah milik warga di Bireuen dan Aceh Utara dilaporkan rusak setelah diterjang angin puting belitung, Rabu (10/7) petang. Di Bireuen tercatat 13 rumah, sementara di Aceh Utara sebanyak 10 bangunan.

Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani kepada Serambi, Kamis (11/7) mengaku, angin kencang disertai hujan ringan melanda hampir seluruh wilayahnya pada Rabu sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan baru reda menjelang maqrib.

“Seusai kejadian pihaknya memperoleh informasi ada sejumlah rumah warga rusak. Di mana atapnya diterbangkan angin, dan tertimpa pohon. Kami segera meminta anggota Tagana dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) untuk turun ke lapangan melihat serta mendata korban rumah rusak,” katanya.

Hingga siang kemarin, lanjut Kadis Sosial, data sementara pihaknya terdapat 13 unit rumah rusak di Kecamatan Gandapura, Peudada, Jeumpa dan Makmur. Dari laporan anggota di lapangan, ungkap Mardani, korban rumah rusak tidak ada yang mengungsi. Pemilik masih bisa menempati rumah miliknya walaupun serba darurat. “Pemilik rumah dan keluarganya walaupun rumah rusak masih bisa ditempati, dan sebagian mulai diperbaiki secara gotong royong,” ujarnya.

Puting beliung juga melanda Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Rabu (10/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibatnya, merusak 10 bangunan baik berupa rumah warga, kios, dan lainnya.

Kejadian itu berawal saat cuaca diawali mendung disertai hujan ringan. Ternyata, tak lama kemudian datang angin puting beliung. Sehingga sejumlah bangunan yang terletak di Mane Tunong dan Pante Gurah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah menyebutkan, setelah pihaknya mendapatkan laporan terkait bencana alam tersebut, langsung menurunkan tim ke lokasi. Pihaknya membantu masyarakat serta juga melakukan pendataan. “Pendataan selesai kita lakukan sampai dini hari,” katanya.

Sementara bangunan yang rusak rumah milik alm Mayor M Shaleh. Kondisi rumah rusak bagian atap teras, serta kantin jualan kopi depan rumahnya ikut roboh. Rumah milik M Jamil Johan tertimpa dua pohon sengon besar, sehingga bagian dapur rusak berat.

Selanjutnya, rumah Munir berkontruksi kayu dan beratap rumbia roboh total. Bengkel milik Murthala berkonstruksi kayu beratap seng juga mengalami kerusakan. “Lalu kios milik M Diah Syakubat mengalami rusak ringan diterpa angin,” katanya.

Lalu, rumah milik Izwar Rajuddin yang berkontruksi kayu dan beratap rumbia, rusak tertimpa pohon pinang. Kios buah milik Arman berada di Simpang Sawang rusak diterpa angin. Kios buah milik Wardi, mengalami rusak ringan Warung kopi Sinar Agung milik H Syamsuddin, kanopi toko dan rak jualan juga rusak.

Pada kesempatan itu, Murdani menyebutkan, Dinas Sosial Bireuen sejak Rabu (10/7) malam mengantar bantuan masa panik berupa mie instan, minyak goreng dan lainnya. Musibah yang melanda empat kecamatan juga sudah dilaporkan ke Dinsos Aceh sebagai laporan

Ditambahkan, hingga siang kemarin, tim Tagana dan TKSK masih terus melakukan pemantauan dan pendataan lebih akurat baik tingkat kerusakan maupun data korban sekaligus tangungannya. “Kita mengharapkan supaya Dinsos Aceh juga mau memberi bantuan kepada korban,” harap Kadis Sosial Bireuen.

Hal senada juga diungkapkan Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah. Sesuai informasi diterimanya, Dinas Sosial Aceh Utara sudah menyalurkan bantuan masa panik. Selain itu, pihaknya juga sudah membuat laporan lengkap ke BPBA. “Alhamdulllah, BPBA sudah menyetujui akan membantu material bangunan untuk korban puting beliung di Aceh Utara,” demikian Amir Hamzah.(yus/bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved