Salam

Banknya Syariah, Rekeningnya Masih Konvensional, Mengapa?

Konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah sudah berlangsung dua tahun lebih, namun hingga kini sekitar 60 persen

Banknya Syariah, Rekeningnya Masih Konvensional, Mengapa?
Dr. EMK Alidar, S.Ag., M.Hum

Konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah sudah berlangsung dua tahun lebih, namun hingga kini sekitar 60 persen rekening tabungan masyarakat Aceh masih berada di bank konvensional. Itu berarti bahwa saat Bank Aceh berkonversi ke syariah tidak serta merta diikuti dengan bersyariahnya seluruh masyarakat Aceh yang memiliki rekening tabungan di bank. Apakah ini karena adanya kelemahan dalam implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah?

Yason Taufik Akbar dari Bank Indonesia (BI) Aceh mengatakan, 60 persen tersebut merupakan angka yang masih tinggi selama dua tahun (2016-2018) berjalannya konversi Bank Aceh ke syariah. “Kalau kita punya 3,92 juta rekening konvensional, maka rekening syariah hanya dua juta. Karena itu, kita imbau masyarakat untuk pindah ke syariah seiring dengan efektifnya qanun LKS,” harapnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Nazaruddin A Wahid mengatakan, qanun LKS masih memerlukan sosialisasi secara meluas kepada semua komponen masyarakat. Namun ia tetap mengingatkan bahwa ketentuan yang sudah diatur secara umum dalam perundang-undangan nasional tetap berlaku sepanjang belum diatur secara spesifik di Aceh.

Ia berkali-kali mengingatkan agar qanun LKS disosialisasikan meluas karena qanun itu juga mengatur hal-hal yang sangat khusus bagi LKS dan masyarakat Aceh. Jangkauan qanun tersebut ikut mengatur transaksi keuangan yang ada dalam masyarakat Aceh atau lembaga keuangan informal.

Kadis Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum mengakui sosialisasi qanun LKS memang belum meluas. Ia mengisyaratkan adanya kendala dalam sosialisasi qanun itu. “Yang jelas, qanun ini merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk mengatur kehidupan masyarakat Aceh berbasis prinsip, dan nilai-nilai Islam secara kaffah. Pemerintah Aceh bersyukur, qanun LKS sudah mendapat perhatian serius dari pelaku perbankan,” katanya.

Kepala OJK Aceh, Aulia Fadli, mendorong implementasi qanun LKS di Aceh. Menurutnya, OJK sebagai regulator menyampaikan tiga hal penting yang menjadi perhatian dalam implementasi qanun LKS yaitu stabilitas sistem keuangan baik secara makro maupun individual, kenyamanan nasabah dan perlindungan konsumen, serta mitigasi risiko dan praktik tata kelola yang baik.

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, mengingatkan para pelaku industri keuangan untuk bersiap menghadapi paradigma bisnis yang kemungkinan besar akan bergeser ke syariah.

Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat awam, bahwa dikonversikannya bank dari konvesional ke syariah tidak secara otomatis terjadi pada rekening atau simpanan nasabah di bank. Sebab, untuk mengubah rekening dari konvensional ke rekening syariah ternyata harus atas inisitaif nasabah.

Supaya munculnya inisitaif atau termotivasinya nasabah untuk mengonversi rekening banknya dari konvensional ke rekening syariah, diperlukan sosialisasi qanun LKS secara meluas. Sebab, selama dua tahun masih kurang dari 40 rekening bank masyarakat di syariah, sebagai sesuatu yang dinilai lambat dalam pengembangan ekonomi atau keuangan syariah.

Yang paling penting diberitahukan ke masyarakat bahwa jika menabung di bank syariah, masyarakat juga mendapat keuntungan. Namun, jika di bank konvensional biasanya para nasabah akan ditawarkan berbagai keuntungan seperti deposito dengan bunga yang cukup tinggi, menabung bank syariah juga memberi keuntungan bagi para nasabahanya. Hanya saja, bank syariah menggunakan prinsip bagi hasil, sehingga ini juga bisa memberikan keuntungan bagi nasabah.

Jadi, sekali lagi, pengetahuan masyarakat tentang bank syariah belum memadai. Makanya, mereka bukan menolak berkonversi rekening ke bank syariah, tapi karena tidak tahu, tidak termotivasi, dan sebagian pasti mengaku repot aja berurusan dengan bank. Apalagi, rekening mereka hanya rekening untuk menerima transfer gaji. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved