BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Bayarkan Klaim 24,9 Milyar

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Banda Aceh bayarkan total klaim sebesar Rp. 24,964,207,879

BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Bayarkan Klaim 24,9 Milyar
IST
Efa Zuryadi SE

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Banda Aceh bayarkan total klaim sebesar Rp. 24,964,207,879 pada semester I tahun 2019 untuk ke-4 programnya dengan rincian Rp 22,484,174,230 untuk program Jaminan Hari Tua (JHT), Rp1.179.926.062,- untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Rp1.104. 000.000,- untuk program Jaminan Kematian (JKM), dan Rp196.107. 587,- untuk program Jaminan Pensiun (JP).

Kepala Kantor BPJS ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh, Efa Zuryadi menyampaikan bahwa program Jaminan Hari Tua (JHT) memberikan manfaat uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Total klaim JHT yang sudah dibayarkan pada semester 1 Tahun 2019 adalah sebayak 2.210 kasus. JHT dapat dicairkan apabila tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja, meninggal dunia, cacat total tetap, pensiun, atau berpindah kewarganegaraan.

“Program JHT ini sangat berguna karena saat penghasilan peserta terputus, karena manfaat JHT dapat digunakan sebagai modal untuk membuka usaha.” Ujar Efa. Selain Jaminan Hari Tua (JHT) ada juga program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang memberikan perlindungan atas isikorisiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja dan dari tempat kerja kembali pulang ke rumah. Apabila tenaga kerja mengalami cacat yang di akibatkan oleh kecelakaan kerja maka tenaga kerja akan mendapatkan santunan cacat baik itu santunan cacat anatomis, cacat fungsi atau cacat total tetap, dan apabila tenaga kerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja maka ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar 48 kali upah terdaftar , biaya pemakaman sebesar Rp3.000.000,-,santunan berkala sebesar Rp4.800.000,-, dan bantuan beasiswa untuk 1 orang anaknya sebesar Rp12.000.000,-.

BPJS Ketenegakerjaan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan sesuai indikasi medis, biaya rehabilitasi dan alat bantu (Orthese) atau alat ganti (Prothese). Efa Menambahkan “ Selain mamfaat tersebut, pada program Jaminan Kecelakaan Kerja juga ada santunan Sementara Tidak ampu Bekerja (STMB) berupa penggantian upah yang di berikan kepada pekerja yang dinyatakan tidak mampu bekerja sesuai keterangan medis.” Selanjutnya ada Program Jaminan Kematian (JKM) yang memberikan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Besarnya jaminan kematian yang diberikan bila tenaga kerja meninggal dunia adalah Rp24.000.000,- dan jika masa iuran peserta sudah mencapai 5 tahun, ahli waris juga akan mendapat bantuan beasiswa sebesar Rp12.000.000,- untuk 1 orang anaknya. Pada Semester I tahun 2019 sudah sebanyak 42 kasus meninggal dunia yang di bayarkan mamfaatnya.

Dan yang terakhir adalah Program Jaminan Pensiun (JP) yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun atau mengalami cacat. “Dengan adanya program JP yang beroperasional terhitung 1 Juli 2015 ini, maka tidak ada lagi perbedaan antara PNS dan Swasta karena keduanya sudah terjamin dalam program pensiun.

Manfaat berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi iuran minimum 15 tahun) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia, dan untuk peserta yang masa iur-nya belum mencapai 15 tahun akan dibayarkan manfaat JP nya secara sekaligus (lumpsum).” Ujar Efa. “Dengan terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan berimplikasi pada kenyamanan dalam bekerja dan terlindungi dari resiko-resiko sosial ekonomi.

Untuk itu kami menghimbau bagi pimpinan badan usaha atau pemberi kerja , ataupun tenaga kerja secara mandiri, agar segera mendaftarkan karyawan tau dirinya sendiri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, jangan ditunda karena resiko dapat terjadi kapan saja. Untuk informasi lengkapnya hubungi call center 175 atau datang langsung ke kantor BPJS Ketena gakerjaan terdekat.” Tutup Efa. (Adv).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved