BPKS Siapkan Lahan 700 Ha

Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) telah menyiapkan lahan seluas 700 hektare (Ha) bagi para investor

BPKS Siapkan Lahan 700 Ha
RAZUARDI IBRAHIM,Plt Kepala BPKS

* Untuk Para Investor

BANDA ACEH - Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) telah menyiapkan lahan seluas 700 hektare (Ha) bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Sabang. Dalam hal ini, investasi yang diutamakan BPKS adalah sektor pariwisata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKS, Ir Razuardi Ibrahim MT mengatakan, saat ini BPKS mempunyai lahan hampir 700 ha di berbagai tempat. Dia mengajak kepada investor untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut.

“Kami punya lahan 700 ha di Sabang dan Pulau Aceh dengan beberapa lokasi strategis untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata maupun penginapan. Karena itu saya mengajak investor yang berminat untuk memanfaatkan aset BPKS yang ada,” kata Razuardi.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Bang Essex ini dalam forum metting of investment yang digagas Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Sabang, di Kantor Perwakilan BPKS Banda Aceh, Rabu (10/7).

Hadir dalam acara itu Dewan Pengawas BPKS T Zanuarsyah, GM Kyriad Hotel Bambang Pramusinto, GM Arabia Group Hotel Iwan Wahyudi, Kepala Perwakilan BPKS Banda Aceh Lukman Age, staf ahli BPKS Rahmatsyah dan Kiswoyo serta Muslim Amirin dari Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia (ASPP) Provinsi Aceh.

Dihadapan para peserta metting of investment, Razuardi berharap para investor menggunakan aset BPKS tersebut. Apalagi, katanya selama ini sejumlah lahan milik BPKS menjadi lahan tidur dan tidak tampak adanya pengembangan usaha di sana.

“Semua akan difasilitasi dengan cepat bagi yang berminat berinvestasi di kawasan Sabang. Semua aset BPKS dapat dipergunakan dan kita permudah, jadi jangan ragu untuk melakukan investasi di kawasan Sabang,” pungkas mantan sekretaris daerah (Sekda) Aceh Tamiang ini.

Sementara Kepala Perwakilan YARA Sabang, Datok Eko Yurihariatna atau Haji Embong menyampaikan, pertemuan tersebut dilakukan pihaknya dalam rangka menggalang investor-investor dalam bidang pariwisata untuk berinvestasi di Sabang.

“Pertemuan kecil ini bertujuan untuk memperkuat pariwisata di kawasan Sabang dan pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyampaikan kepada publik khususnya pemilik modal dalam bidang pariwisata untuk berinves di Sabang,” kata Haji Embong.

Dalam diskusi itu berkembang berbagai masukan dari peserta. GM Kyriad Hotel Bambang Pramusinto menyampaikan, sebelumnya group Kyriad sudah menjajaki untuk berinvestasi di Sabang, tetapi kemudian agak khawatir dengan kondisi keamanan dan politik di Aceh sehingga rencana itu batal.

Karena itu, Bambang meminta adanya jaminan keamanan bagi investor sebagai keyakinan untuk berinvestasi. “Jika ada jaminan kami akan kaji kembali untuk berinvestasi di Sabang,” ungkapnya yang juga diamini GM Grand Arabia Group Hotel, Iwan Wahyudi.

Sementara Muslim Amirin dari ASPP Provinsi Aceh berharap Sabang bisa move on dari wisata backpacker dan beralih menjadi wisata keluarga. Selain itu, penyediaan akomodasi di Sabang untuk wisatawan juga sangat penting diperhatikan.

“Selain membangun infrastruktur, BPKS juga perlu membentuk imej Sabang sebagai tujuan destinasi wisata yang aman dan nyaman, dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti tidak ada wilayah yang kehilangan sinyal HP, air bersih yang selalu tersedia, dan kawasan belanja untuk wisatawan,” kata Muslim.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved