Cegah Perceraian, Kemenag Aceh Perkuat Fasilitator Bimbingan Perkawinan

Mereka merupakan perwakilan dari 23 kabupaten/kota yang terdiri atas pejabat struktural, penghulu dan penyuluh agama Islam.

Cegah Perceraian, Kemenag Aceh Perkuat Fasilitator Bimbingan Perkawinan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas Kementerian Agama (Kemenag) menunjukan Kartu Nikah di kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (14/11/2018). Kementerian Agama akan mengeluarkan kartu nikah untuk menggantikan buku nikah karena maraknya pemalsuan buku nikah, kartu ini akan segera diterbitkan pada akhir November mendatang. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebagai upaya untuk memperkuat kualitas keluarga dan mencegah perceraian di Aceh, Kanwil Kemenag Aceh melaksanakan bimbingan kepada para fasilitator bimbingan perkawinan dan pranikah bagi calon pengantin.

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ini diikuti oleh 50 orang peserta.

Mereka merupakan perwakilan dari 23 kabupaten/kota yang terdiri atas pejabat struktural, penghulu dan penyuluh agama Islam.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, 10-13 Juli 2019 di Banda Aceh.

Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Drs Hamdan MA yang mewakili Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan, peserta harus mengikuti bimtek dengan serius dan menyerap materi yang diberikan.

Baca: Puting Beliung Masih Berpotensi Landa Aceh Utara dan Sekitarnya, Ini Tanda-tandanya Menurut BMKG

Baca: AFA akan Gulirkan LFN, Catat Tanggalnya

Baca: Mahasiswa KKN Unsyiah Latih Wanita di Pandrah, Bireuen Keterampilan Seni Membatik

Karena melalui kegiatan ini, Kemenag Aceh ingin menciptakan fasilitator bimbingan perkawinan yang mampu memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi calon pengantin dan pasangan pernikahan.

Sehingga nanti mereka dapat memelihara keutuhan keluarga dan menghindari perceraian.

"Menjadi fasilitator Bimwin ini adalah bagian dari tugas penting bimbingan masyarakat Islam dalam memelihara keluarga sakinah mawaddah warahmah dan mencegah perceraian," tegas Hamdan.

Selain itu, Hamdan juga mengingatkan kepada para peserta yang juga merupakan ASN di lingkungan KUA dan Kemenag Kabupaten/Kota, bahwa setiap pelaksanan tugas pokok di KUA harus dilakukan sesuai dengan aturan, termasuk dalam hal pencatatan dan legalisir buku nikah yang membutuhkan ketelitian dan kelengkapan syarat tertentu.

"Laksanakan semua tugas sesuai regulasi yang telah ditetapkan, jangan berikan peluang sedikit pun untuk lalai, apalagi menyalahi aturan," sebut Hamdan.

Sementara Ketua Panitia, Haswin Dua Putra menyampaikan, kegiatan itu difasilitasi oleh fasilitator Bimwin dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kapasitas para peserta agar mampu menjadi fasilitator handal yang memiliki kompetensi melakukan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin dengan baik. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved