Nagan Raya Raih Penghargaan Pastika Parama 2019 dari Kementerian Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mendapatkan penghargaan Pastika Parama dari Kementerian...

Nagan Raya Raih Penghargaan Pastika Parama 2019 dari Kementerian Kesehatan
For Serambinews.com
Bupati Nagan Raya M Jamin Idham menerima penghargaan Pastika Parama yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek pada acara puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Sujudi Lt 2, Kementerian Kesehatan, Kamis (11/7/2019). 

Nagan Raya Raih Penghargaan Pastika Parama 2019 dari Kementerian Kesehatan

Laporan Sa'dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mendapatkan penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan RI, Kamis (11/7/2019).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek yang diterima oleh Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham pada acara puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Auditorium Siwabessy Gedung Prof Sujudi Lt 2 Kementerian Kesehatan.

Penghargaan tersebut merupakan kategori tertinggi dari Kementerian Kesehatan RI kepada daerah terkait komitmen penerapan regulasi dan implementasi kawasan tanpa rokok di beberapa lokasi fasilitas umum masyarakat. 

Tahun 2019, hanya 34 daerah se Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut terdiri dari 5 pemerintah provinsi dan 29 pemerintah kabupaten/kota.

Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham kepada Serambinews.com mengatakan, pihaknya di pemerintahan berkomitmen dalam mendukung program kawasan tanpa rokok dengan diterbitkannya Qanun Nagan Raya Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Ia menambahkan, Nagan Raya serius untuk meminimalisir persoalan dampak dari rokok yang semua kita ketahui sangat berbahaya dan merugikan bagi semua kalangan melalui gerakan.

Baca: Katua Kwartir Langsa Lepas Dua Adik Pramuka ke Jambore Dunia

Baca: Tunggakan DPO Kejati Aceh Tersisa 25 Napi

Baca: Habiskan Anggaran Rp 9,3 Miliar, Bandara Kota Langsa tak Bisa Digunakan

 “Orang Nagan Sehat Tanpa Asap Rokok (ONSTAR). Qanun Nomor 3 Tahun 2015 mengatur tentang kawasan tanpa rokok kawasan yang harus terbebas dari asap rokok atau kegiatan memproduksi rokok, menjual, mengiklankan, atau mempromosikan rokok,” jelas M Jamin Idham.

Ia menjelaskan, adapun tempat atau area yang dijadikan sebagai KTR di antaranya adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja baik kantor pemerintah atau swasta dan pribadi serta tempat umum lainnya di daerah itu.

Setelah keluarnya qanun tersebut, kesadaran masyarakatpun kini sudah semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dimana saat ini masyarakat sudah tidak merokok lagi di tempat- tempat terlarang.(*)

 
 

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved