Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi, pada Rakor Gubernur se-Sumatera

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengusulkan 9 isu strategis, pada Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Bengkulu.

Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi, pada Rakor Gubernur se-Sumatera
Dok: DPMPTSP Aceh
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berfoto bersama gubernur sejumlah provinsi pada Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Bengkulu, Selasa (9/6/2019). 

SERAMBINES.COM, BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengusulkan sembilan isu strategis dalam rangka peningkatan perkenomian daerah pada Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Bengkulu, Selasa (9/6/2019).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan yang hadir mendampingi Plt Gubernur Aceh mengatakan, kesembilan program yang diusulkan itu termasuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas (KPSN-DTGA).

Juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)/Kawasan Industri Pantai Barat Selatan (Kawasan Pelabuhan Calang dan Kawasan Surin).

Menurut Aulia, Aceh sudah seharusnya fokus pada pengembangan kawasan industri seperti daerah lainnya yang mampu menawarkan berbagai insentif dan kemudahan dalam melaKukan usaha.

Sehingga dunia perindustrian dapat berkembang lebih maju.

"Dengan adanya pusat industri yang terintegrasi, posisi Aceh akan menjadi lebih menarik,” katanya.

“Kita juga harus ramah kepada calon investor serta mempercepat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di Aceh tapi juga subregional dalam bingkai kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT)," katanya.

Baca: DPMPTSP Aceh Ajak Kabupaten/Kota Susun Materi Promosi Investasi

Baca: Ini Strategi yang Perlu Dilakukan Pemkab/Pemko, untuk Promosikan Potensi Investasi Daerah

Baca: Pastikan Sudah Aman, Pangdam Ajak Investor Datang ke Aceh

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengusulkan pembangunan Kawasan Industri Halal di Surin Kabupaten Aceh Barat Daya dan di Kuala Langsa Kota Langsa, sebagai salah satu kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam menyusun arah pembangunan ekonomi Aceh ke depan.

Isu strategis lainnya yang menjadi usulan Plt Gubernur Aceh, adalah program revitalisasi kopi Arabica Gayo dari hulu ke hilir.

Mulai dari proses green-bean menuju roasting-bubuk, serta pembangunan industri galangan kapal di Lampulo, Banda Aceh.

Usulan program lainnya, mendorong setiap gampong agar memiliki setidaknya satu koperasi, yang terbagi di daerah terdepan, pedesaan, pesisir dan perkotaan.

Terkait bidang pertanian yang selama ini menjadi penopang perekonomian di Aceh, Plt Gubernur mengusulkan adanya kajian formulasi terkait bagi hasil perkebunan kelapa sawit (Pusat, Provinsi dan Kab/Kota).

"Alhamdulillah, usulan ini mendapat respons yang baik dari para gubernur lainnya, yang sepakat untuk meminta kepada pemerintah pusat agar mengalokasikan dana bagi hasil dari sektor perkebunan sawit, dan hasil hilirisasinya seperti CPO dan lain-lain," imbuhnya.

Isu lainnya yang diusulkan pada Rakor tersebut juga termasuk kerjasama pengembangan alternatif bahan bakar dari kelapa sawit, dan kerjasama pengembangan alternatif perkerasan jalan dari karet yang memerlukan regulasi terkait standarisasi komposisi yang ideal.(*)

Baca: Oknum Pimpinan Pasantren dan Guru Mengaji Ditangkap Polisi

Baca: VIDEO - Tersangka Pelecehan Santri di Pesantren AN Dijerat Hukum Jinayat

Baca: BPKS Siapkan Lahan 700 Ha

Baca: Raksasa Tidur Perekonomian Aceh

Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved