Sampah di Krueng Lampaseh, Ketua Forum PRB Aceh: Wali Kota jangan hanya ‘Perang’ Sampah di Media

Ketika masyarakat mau berpartisipasi dalam aksi perang sampah, justru pihak pemko yang lamban atau bahkan tidak merespons.

Sampah di Krueng Lampaseh, Ketua Forum PRB Aceh: Wali Kota jangan hanya ‘Perang’ Sampah di Media
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, Nasir Nurdin menanggapi foto-foto sampah di Krueng Lampaseh, Kota Banda Aceh. 

Sampah di Krueng Lampaseh, Ketua Forum PRB Aceh: Wali Kota jangan hanya ‘Perang’ Sampah di Media

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Foto yang dilansir Serambinews.com tentang hamparan sampah--termasuk sampah plastik--di sungai perbatasan Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa dan Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, mengindikasikan bahwa seruan 'perang' sampah yang disuarakan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman masih sebatas slogan dan pencitraan di media massa.

“Aliran sungai tersebut berada di depan mata pejabat Pemko Banda Aceh, bahkan rumah pribadi Wali Kota berada di pinggiran sungai itu. Ironis jika faktanya sampah bisa begitu dahsyat menutupi permukaan sungai,” kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, Nasir Nurdin menanggapi foto-foto sampah yang direkam Serambinews.com, Kamis (11/7/2019) di aliran sungai tersebut.

Baca: FOTO-FOTO: Sampah Plastik Penuhi Sungai Lampaseh Kota Banda Aceh

Selama ini, lanjut Nasir Nurdin, Wali Kota Banda Aceh gencar mengingatkan bahwa tanggung jawab kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab dinas kebersihan (pemerintah) dan pasukan orange saja tapi tanggung jawab semua pihak.

“Gerakan masyarakat lebih diutamakan. Jika masyarakat bergerak, tidak berat lagi tugas kita (pemerintah) untuk mewujudkan kota bersih, indah, dan nyaman,” begitu penegasan Wali Kota Aminullah Usman yang dikutip Nasir dari pemberitaan media massa.

Namun pada kenyataannya, ketika masyarakat mau berpartisipasi dalam aksi perang sampah, justru pihak pemko yang lamban atau bahkan tidak merespons.

Baca: Ini Lima Polsek Terbaik Berbasis Deteksi Dini di Jajaran Polresta Banda Aceh

Sebagai contoh, pengakuan masyarakat di sekitar aliran Sungai di perbatasan Lampaseh Aceh-Lampaseh Kota tersebut.

“Dalam setahun terakhir mereka sangat terganggu dengan bau busuk akibat adanya tumpukan sampah di aliran sungai. Kami telah meminta bak sampah kepada pihak terkait untuk membantu membersihkan sampah di sungai namun hingga kini belum disediakan,” ungkap seorang warga yang minta namanya tidak ditulis.

Sampah di Sungai Lampaseh, Kota Banda Aceh, Kamis (11/7/2019).
Sampah di Sungai Lampaseh, Kota Banda Aceh, Kamis (11/7/2019). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Terkait dengan upaya pengurangan risiko bencana, fakta yang terlihat di aliran sungai perbatasan Lampaseh Aceh-Lampaseh Kota tersebut, menurut Nasir Nurdin juga sangat bertolak belakang.

“Sampah yang terus menerus memenuhi permukaan sungai selain menjadi sumber pencemaran dengan berbagai dampaknya juga menghambat aliran air. Ini sangat berisiko saat intensitas hujan tinggi,” kata Nasir.

Baca: FOTO- FOTO: Puluhan Kendaraan Roda Dua Parkir di Jalur Pedestrian Jalan T Panglima Polem Banda Aceh

Dikatakannya, jika pada saat-saat tertentu aliran sungai terlihat bersih, itu karena sampah hanyut ke laut, dan ini menjadi persoalan serius juga bagi lingkungan, apalagi didominasi sampah plastik.

“Merusak biota laut dan yang lebih memprihatinkan lagi nasib nelayan, ikan yang dikejar sampah yang didapat,” demikian Ketua Forum PRB Aceh.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved