Aceh tak Masuk Rute Penerbangan Murah, Kata Pengamat Ekonomi : Tidak Boleh Begitu, Harus Adil

Pengamat Ekonomi Aceh, Rustam Effendi mempertanyakan mengapa Aceh tidak masuk dalam rute penerbangan berbiaya murah, mulai berlaku Kamis (11/7/2019)

Aceh tak Masuk Rute Penerbangan Murah, Kata Pengamat Ekonomi : Tidak Boleh Begitu, Harus Adil
Pengamat Ekonomi Aceh, Rustam Effendi 

Aceh tak Masuk Rute Penerbangan Murah, Kata Pengamat Ekonomi : Tidak Boleh Begitu, Harus Adil

 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengamat Ekonomi Aceh, Rustam Effendi mempertanyakan mengapa Aceh tidak masuk dalam rute penerbangan berbiaya murah, yang mulai berlaku Kamis (11/7/2019).

Sehari sebelumnya, Kamis (11/7/2019) maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) di Indonesia, yaitu Citilink dan Lion Air, menurunkan harga tiket sebesar 50 persen untuk rute-rute tertentu dengan jadwal penerbangan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00- 14.00 waktu setempat.

Penurunan harga tiket itu sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan maskapai LCC menerapkan tarif 50 persen lebih murah dari TBA yang sudah ditentukan.

Baca: BPBD Aceh Besar dan BKSDA Respon Laporan Warga Terkait Penampakan Buaya di Lhoong

Baca: Sampah Krueng Lampaseh Dibersihkan, Kadis LHK3: Tak Ada Jaminan tak Terulang

Baca: Siswa Pidie Wakili Aceh Ikut Jambore Dunia di Amerika

“Mengapa Aceh tidak masuk? Harus ada Alasan lah mengapa? Semestinya itu Aceh diperhatikan, apalagi posisinya di ujung, dan saat ini Aceh sedang membangun perlu menghidupkan iklim dunia usaha yang kondusif,” kata Rustam.

Menurutnya, hal itu akan menimbulkan kecemburuan dan itu akan menjadi tidak bagus. Apabila mau diberi penurunan harga tiket ke sejumlah rute penerbangan,maka harus sama dan tidak dibedakan.

“Apa beda Aceh? Malah Aceh paling jauh. Justru Aceh harus dilihat. Saat ini ekonominya juga sedang mandek, harus ada insentif, jangan tidak ada insentif. Sepatutnya harus ada insentif, jangan diskriminatif,” sebutnya. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved