Jalan Jantho-Lamno Belum Juga Tuntas

Pembangunan jalan Jantho (Aceh Besar)-Lamno (Aceh Jaya) sepanjang 60 kilometer (km) yang dimulai

Jalan Jantho-Lamno Belum Juga Tuntas
ABDURRAHMAN AHMAD

* Sudah Tiga Kali Ganti Gubernur

BANDA ACEH - Pembangunan jalan Jantho (Aceh Besar)-Lamno (Aceh Jaya) sepanjang 60 kilometer (km) yang dimulai pada periode awal pemerintahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, sampai kini belum juga tuntas. Dinas PUPR Aceh menyebutkan, masih ada enam jembatan yang belum dibangun dan 25 km lagi jalan yang belum diaspal.

“Proyek jalan tembus Jantho-Lamno sudah mulai digarap pada periode pertama pemerintahan Irwandi Yusuf, tapi anehnya sudah tiga masa pemerintahan berlalu, jalan ini belum juga selesai,” ungkap Anggota Pansus I DPRA, Abdurrahman Ahmad kepada wartawan saat meninjau ruas jalan itu di Aceh Besar, Kamis (11/7).

Jalan tersebut, kata Abdurrahman, termasuk proyek strategis lintas tengah Pemerintah Aceh. Jalan sepanjang 103 km ini dibuka sebagai jalur alternatif dari Aceh Besar ke pantai barat. Jadi, jika sewaktu-waktu jalan Lamno-Banda Aceh yang melintasi pinggiran kaki Gunung Geurutee, Paro, dan Kulu serta berada di tebing gunung/tepi laut Samudera Hindia, longsor atau amblas dan untuk pemulihannya butuh waktu lama, maka jalan Jantho-Lamno inilah sebagai jalur alternatifnya.

Dasar pembukaan jalan Jantho-Lamno di masa Irwandi dan Zaini Abdullah, kata Abdurrahman, sama seperti keinginan Gubernur Aceh, Prof Ibrahin Hasan, yakni untuk membuka ruas jalan Beureunun-Tangse-Meulaboh. Tujuannya juga sebagai jalur alternatif, ketika ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh yang berada di pinggir pantai itu terputus akibat gempa bumi dan tsunami, maka jalur dari pesisir pantai barat-selatan ke pantai utara-timur tetap hidup melalui jalan Meulaboh-Tangse-Beureunun.

Jalan Banda Aceh-Lamno yang melintasi kaki Gunung Geureutee, Kulu, dan Paro, kata Abdurrahman, dalam beberapa tahun terakhir sering longsor, sehingga membuat kemacetan arus transportasi yang sangat lama. Setiap musim hujan selalu luruh batu besar dari atas dan tebing Gunung Geurutee ke atas badan jalan. Kondisi itu, menurut Abdurrahman, harusnya jadi alasan kuat bagi Dinas PUPR, Bappeda, dan Gubernur Aceh untuk segera menuntaskan pembangunan jalan Jantho-Lamno dengan cara mengalokasikan anggaran yang besar untuk merampungkan proyek jalan yang tak terlalu panjang itu agar cepat fungsional.

Sampai kini, sebut Abdurrahman, masih enam jembatan lagi dan beberapa unit box culvert atau gorong-gorong lagi yang belum dibangun. Anggaran untuk satu jembatan berkisar 10-15 miliar rupiah atau sekitar 60-90 miliar rupiah untuk enam jembatan. Selanjutnya, jalan yang belum diaspal sekitar 25 km lagi. Jika satu kilometer butuh anggaran Rp 3 miliar, maka dana yang diperlukan untuk mengaspal jalan itu Rp 75 miliar. Sementara alokasi anggaran yang diberikan kepada Dinas PUPR Aceh, rata-rata di atas Rp 1 triliun/tahun.

Abdurrahman menilai, dalam pembangunan jalan Jantho-Lamno itu Pemerintah Aceh masih setengah hati dan belum fokus. “Pembangunannya setiap tahun memang dilakukan, tapi dengan anggaran yang cilet-cilet,” pungkas politisi Partai Gerinda Aceh itu.

Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir Fajri MT yang dimintai penjelasannya terkait proyek jalan Jantho-Lamno mengatakan, tahun ini untuk kelanjutan pembangunan ruas jalan Jantho-Lamno ada tiga paket. Satu paket untuk ruas Lamno-batas Jantho dan dua paket lagi untuk ruas Jantho-batas Lamno.

Dua paket untuk ruas Jantho-batas Lamno, sebut Fajri, untuk pelebaran badan jalan 6-9 meter, penurunan ketinggian badan jalan, dan pengaspalan. Kontraktornya pun sudah mulai bekerja. Sedangkan satu lagi pembangunan jembatan rangka baja sepanjang 50 meter untuk penyeberangan Sungai Cumcum III, baru selesai tender.

Proyek pembangunan jembatan Cumcum III ini terlambat dikerjakan, kata Fajri, karena dalam proses lelang pertamanya belum ditemukan kontraktor yang memenuhi syarat untuk menjadi pemenang. Setelah dilelang ulang, baru dapat ditetapkan pemenangnya.

Soal kontrak kerja yang sampai kini belum diteken, Kadis PUPR Aceh mengatakan, hal itu karena pihak ULP belum menyerahkan berkas proses pemenang tender kedua kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Jika dalam minggu ini diserahkan--setelah KPA mengevaluasi pemenangnya dan sudah sesuai aturan--maka pekan depan akan ditandatangani kontraknya. Hal ini dimaksudkan agar pembangunan jembatan Cumcum III bisa dimulai bulan depan serta pada akhir Desember bisa selesai dan fungsional.

Begitu juga dengan satu paket lagi pada jalan Lamno-batas Jantho, yaitu pelebaran jalan yang sudah dibuka, penurunan ketinggian badan jalan, dan pengaspalan. Saat ini sedang dalam masa persiapan untuk memulai pekerjaannya. Fajri menyebutkan, di lintas Jantho-Lamno, masih ada lima lagi jembatan rangka baja sepanjang 50-60 meter yang harus dibangun tahun depan dan selanjutnya. Empat unit pada ruas Jantho sampai batas Lamno dan satu unit pada ruas Lamno sampai batas Jantho.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved