Mualem Tegaskan, KAB Jilid II Bukan Untuk Hadang Nova

Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf alias Mualem menegaskan, Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) jilid II di DPRA yang digagasnya...

Mualem Tegaskan, KAB Jilid II Bukan Untuk Hadang Nova
DOK SERAMBINEWS.COM
Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Muzakir Manaf 

Mualem Tegaskan KAB Jilid II Bukan Untuk Hadang Nova

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf alias Mualem menegaskan, Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) jilid II di DPRA yang digagasnya, bukan untuk menghadang Nova Iriansyah yang kini menjabat sebagai pucuk pimpinan Pemerintah Aceh.

Penegasan itu disampaikan Mualem menanggapi pernyataan Wakil Sekjen PDA, Tgk Marsyuddin Ishak SHI yang menyebutkan PDA tak akan bergabung dalam KAB jilid II jika hanya untuk menghadang Nova Iriansyah di Pemerintah Aceh.

"Nggak lah, kita nggak ada niat jahat. KAB ini dibentuk justru untuk kerja sama, malah kita ingin mendukung kebijakan pemerintah saat ini. Jangan salah tafsir, tapi jika memang ditafsir seperti itu ya sudah," kata Mualem kepada Serambinews.com, Sabtu (12/7/2019).

Mualem menilai, pernyataan yang diutarakan PDA tidak mendasar dan salah menafsirkan kehadiran KAB di parlemen. 

Jika memang PDA tidak mau bergabung dengan KAB, menurut Mualem itu haknya mereka. "Yang jelas kita tidak ada niat untuk itu, itu kabar burung, terserahlah. PDA kalau memang tidak mau gabung, ya sudah tidak kita paksa," kata Mualem.

Tujuan dibentukanya KAB ini, jelas Mualem, untuk membantu pemerintah dari sisi bergaining politik di DPRA.

Baca: Aceh tak Masuk Rute Penerbangan Murah, Kata Pengamat Ekonomi : Tidak Boleh Begitu, Harus Adil

Baca: BPBD Aceh Besar dan BKSDA Respon Laporan Warga Terkait Penampakan Buaya di Lhoong

Baca: Sampah Krueng Lampaseh Dibersihkan, Kadis LHK3: Tak Ada Jaminan tak Terulang

Menurutnya kekeuatan politik parlemen juga sangat dibutuhkan untuk mengawal semua kekhususan Aceh, terutama butir-butir MoU Helsinki yang tertuang dalam UUPA dan belum sepenuhnya terealisasi saat ini.  

"Kita ingin membangun Aceh bersama-sama, kok dibilang kita ingin hadang-hadangan. Tidak ada niat kami untuk itu, yang jelas kita nggak pernah mengeluarkan kata-kata begitu, kita malah komitmen untuk membangun Aceh bersama-sama," katanya.

Ditanya Serambi, apakah koalisi KAB jilid II ini bertujuan untuk meninggalkan Partai Demokrat sendiri di eksekutif pascatertangkapnya Irwandi oleh KPK? Mualem juga membantah hal itu.

Bahkan, katanya, mereka juga tidak sama sekali terpikir untuk mengisi posisi wakil gubernur, jika kasus Irwandi sudah berkekuatan hukum nantinya.

"Demokrat awalnya ada ajak koalisi juga, tapi ujung-ujungnya tidak jadi, saya juga nggak tahu kenapa," pungkasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved