Salam

Paket Tiket Murah Mengecewakan Aceh

Rute penerbangan dari dan ke Aceh tidak termasuk dalam paket tiket pesawat murah (low cost carrier, LCC)

Paket Tiket Murah Mengecewakan Aceh
Screenshot
Harga tiket pesawat rute Bandung-Medan (Screenshot) 

Rute penerbangan dari dan ke Aceh tidak termasuk dalam paket tiket pesawat murah (low cost carrier, LCC) di Indonesia. Padahal, dua maskapai berbiaya murah, Citilink dan Lion Air, memiliki jadwal pernerbangan rutin ke Aceh setiap hari. Padahal lagi, beberapa bulan lalu, yang paling keras meneriaki Pemerintah Pusat supaya menurunkan harga tiket pesawat yang sangat mahal adalah masyarakat Aceh. Namun, kini kenyataannya masyarakat Aceh pula yang tak kebagian tiket pesawat berbiaya murah itu.

Langkah pihak maskapai tersebut dinilai sangat mengecewakan masyarakat Aceh, meskipun mendapat apresiasi dari pihak lain di nusantara. “Saya memaklumi kekecewaan masyarakat Aceh karena mereka yang paling terasa dampaknya,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin.

Dia menyatakan, adanya penerapan kebijakan yang disparitas tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat berdampak pada aspek psikologi massa terkait kepercayaan publik terhadap penguasa. Terlebih lagi terhadap Citilink, yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia yang kelahirannya dari rahim rakyat Aceh. “Kebijakan yang disparitas seperti itu berpotensi direspon masyarakat Aceh dengan spirit kekecewaan dan bahkan distrust (ketidakpercayaan) kepada pemerintah. Mengapa ada pembedaan kebijakan terhadap Aceh? Bagi saya ini adalah sesuatu yang aneh dan tidak semestinya,” ujarnya.

Paket LCC ini yang menurunkan harga tiket hingga 50 persen ini memang sangat dibatasi. Yakni, hanya pada maskapai Citilink dan Lion Air. Hanya berlaku pada hari Salasa, Kamis, dan Sabtu. Lalu hanya pada pukul 10.00 Wib sampai pukul 14.00 Wib. Hanya untuk 30 persen tempat duduk. Dan, hanya untuk rute-rute tertentu, tidak termasuk dari dan keluar Aceh.

Benar seperti kata Taqwaddin bahwa kebijakan ini aneh. Sebab, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemberlakuan penurunan tiket pesawat atau paket LCC merupakan upaya pemerintah agar harga tiket dapat dijangkau masyarakat. Yang menjadi pertanyaan kita, apakah masyarakat Aceh tidak termasuk masyarakat yang tidak boleh merasakan penerbangan murah itu.

Padahal, dilihat dari sisi mana pun, masyarakjat Aceh opaling berhak menikmati paket tiket pesawat murah itu. Pertama, ketika tiket peswata sedang malambung tinggi, masyarakat Acehlah yang kencang berteriak minta harga tiket peswata diturunkan. Kedua, secara historis, masyarakat Acehlah penyumbang pesawat pertama yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia yang notabene adalah “ibu kandung” Citilink. Kemudiabn, dilihat dari kemam;puan ekonomi, sebagai daerah paling miskin di Pulau Sumatera, juga harus menjadi alasan kuat bahwa warga Aceh sangat berhak menikmati paket LCC itu.

Kita melihat, paket LCC itu memang kebijakan yang kurang ikhlas, terutama karena hanya dapat dinikmati masyarakat di daerah-daerah tertentu saja. Oleh sebab itu, Aceh harus mempertanyakan ke Pusat, terutama Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN, mengapa kita tidak kebagian jatah tiket pesawat murah itu. Dan, Pemerintah Aceh bersama DPRD harus melayangkan protes ini secara serius.

Selain itu, wakil-wakil rakyat Aceh di DPR-RI dan di DPD RI juga jangan diam. Jangan cuma kirim-kirim tanggapan ke media, tapi harus ada aksi langsung sesuai kewenangan. Misalnya, panggil menteri dan tanya mengapa Aceh tak kebagian paket LCC.

Dan, sam[paikan juga ke Pusat seperti diungkapkan Ketua Ombundsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin bahwa penerapan kebijakan yang disparitas tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat berdampak pada aspek psikologi massa terkait kepercayaan publik terhadap penguasa. Kebijakan yang pilih-pilih seperti itu sangat memungkinkan ditanggapi masyarakat Aceh dengan rasa kecewa dan ketidakpercayaan mendalam kepada pemerintah.

Jika memang untuk membantu masyarakat, kita juga ingin bertanya seperti Pak Taqwaddin, “Mengapa ada pembedaan kebijakan terhadap Aceh?”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved