Presma UIN Ar-Raniry Apresiasi Langkah Parlok Bersatu dalam KAB Jilid II

Ketua BEM atau Presiden Mahasiswa UIN Ar- Raniry Banda Aceh, Rizki Ardial mengapresiasi langkah tiga partai lokal (PA, PNA, dan Partai SIRA) bersatu.

Presma UIN Ar-Raniry Apresiasi Langkah Parlok Bersatu dalam KAB Jilid II
For Serambinews.com
Rizki Ardial, Prisma UIN Ar-Raniry 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua BEM atau Presiden Mahasiswa UIN Ar- Raniry Banda Aceh, Rizki Ardial mengapresiasi langkah tiga partai lokal (PA, PNA, dan Partai SIRA) yang bersatu dalam Koalisi Aceh Bermartbat (KAB) jilid II di DPRA.

Menurutnya, ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi perpolitikan Aceh saat ini. Dia juga mengharapkan, satu lagi parlok yakni Partai Daerah Aceh (PDA) juga segera merapatkan barisan dalam koalisi yang digagas oleh Muzakir Manaf alias Mualem tersebut.

"Sudah saatnya partai politik lokal di Aceh bersatu untuk memikirkan apa yang pernah dicita-citakan dulu sebelum lahirnya partai lokal. Sejauh ini, kami mahasiswa cukup mengapresiasi sikap parlok ini," kata Rizki Ardial, kemarin.

Menurutnya, sangat banyak persoalan di Aceh yang belum selesai, dengan adanya konsensus politik antarpartai lokal, diharapkan dapat melahirkan sebuah terobosan baru dalam perpolitikan di Aceh.

Baca: Mualem: KAB bukan Untuk Hadang Nova

Baca: KAB II Bisa Jadi Pengontrol Kuat

Baca: Mualem Tunjuk Muhammad Saleh sebagai Jubir Partai Aceh, Gantikan Jamaika

"Kita sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh partai lokal yang sudah memiliki kesepahaman di DPRA periode 2019-2024 ini," katanya.

Rizki menambahkan, banyak sekali PR yang belum tuntas akibat konflik kepentingan yang terjadi di antara elite-elite parpol di Aceh, sehingga pembangunan Aceh ke arah lebih baik selalu memiliki hambatan.

"Seperti terkait butir MoU Helsinki yang sampai hari ini belum ada kejelasannya. Jangankan menambah kebijakan baru di luar butir-butir MoU Helsinki, kebijakan yang telah ada pun belum sanggup diimplementasikan secara maksimal," ujarnya.

Dia berharap, semoga koalisi yang dibentuk ini dapat mempertegas posisi Aceh di mata Pemerintah Pusat dalam menunaikan janji-janji politiknya kepada masyarakat Aceh. Sehingga Aceh hebat akan segera tercapai.

Menurut Rizki, penyelarasan pemahaman yang dilakukan oleh partai lokal hari ini, merupakan langkah yang tepat di tengah meredupnya elektabilitas parlok.

Menurutnya, jika konflik kepentingan terus menerus diperlihatkan dalam nuansa politik Aceh, maka tidak dapat dipungkiri bahwa kepercayaan masyarakat Aceh kepada partai lokal akan semakin berkurang.

"Oleh karena itu, kita sangat mengharapkan kehadiran koalisi ini dapat menjadi sebuah titik terang dan penyatuan visi terhadap masa depan perpolitikan Aceh dalam menarik simpati masyarakat Aceh, sehingga eksistensi parlok tetap terjaga di tengah masyarakat," tandasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved