Ratusan Dokter Aceh Bahas Masalah Alergi Obat dan Kelainan Pigmentasi Kulit

Selain alergi obat, lanjutnya, kasus kelainan pigmentasi pada kulit wajah seperti melasma juga naik, terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Ratusan Dokter Aceh Bahas Masalah Alergi Obat dan Kelainan Pigmentasi Kulit
SERAMBINEWS.COM/DOK. PERDOSKI
Dokter dari Bagian Kulit dan Kelamin RSUZA dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Cabang Banda Aceh foto bersama di sela kegiatan simposium di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (13/7/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bagian/SMF Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Cabang Banda Aceh, menggelar simposium dan workshop yang membahas tentang erupsi alergi obat dan kelainan pigmentasi pada kulit.

Kegiatan yang diikuti 150 peserta dari dokter umum dan dokter spesialis kabupaten/kota di Aceh itu berlangsung pada 13-14 Juli 2019 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Acara bertemakan ‘The New Perspective of Allergic Diseases and Pigmentation Disorders’ itu menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Prof Dr dr Oki Suwarsa MKes SpKK(K) FINSDV FAADV dan Dr dr Azharuddin SpOT K Spine FICS.

Ketua Panitia, dr Wahyu Lestari SpKK kepada Serambinews.com, Sabtu (13/4/2019) mengatakan, simposium dan workshop itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para dokter dalam penatalaksanaan erupsi alergi obat dan kelainan hiperpigmentasi menggunakan terapi terkini.

“Kasus tersebut semakin meningkat jumlahnya di Aceh, maka dari itu pengenalan dan pencegahan secara dini perlu dilakukan,” kata dia.

Wahyu menjelaskan, angka kasus alergi obat saat ini semakin meningkat, baik pada kasus rawat jalan maupun rawat inap.

Baca: Ketua IPHI Langsa : Orang Berhaji tak Pernah Merugi

Baca: Kapolda Aceh Lepas Peserta Bhayangkara SPA 3 Aceh Trail Adventure

Baca: Adu Ketajaman Antara Trio Real Madrid Dengan Barcelona di El Clasico 2019-2020?

Kelainan akibat alergi obat bisa berupa urtikaria, angioedema, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik.

“Beberapa kasus bisa menjadi kronis serta sulit ditangani, sehingga diperlukan prosedur medis yang tepat dan cepat,” katanya lagi.

Selain alergi obat, lanjutnya, kasus kelainan pigmentasi pada kulit wajah seperti melasma juga naik, terutama di negara tropis seperti Indonesia.

“Meskipun tidak berbahaya, melasma sangat mempengaruhi penampilan fisik dan kosmetik seseorang, sehingga dapat menurunkan rasa percaya diri pasien,” jelas Wahyu.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah, Ketua Perdoski Pusat, Ketua Perdoski Cabang Banda Aceh, Ketua Kolegium Dermatologi dan Venereologi, Ketua IDI Provinsi dan Kota Banda Aceh, dan undangan lainnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved