Senator Ghazali Abbas Adan Ingatkan, KAB II Jangan Dirancang Sebagai Alat Penghadang Nova

Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II, yang dibentuk oleh sejumlah partai politik di DPR Aceh, jangan sampai dirancang untuk menghadang program Aceh

Senator Ghazali Abbas Adan Ingatkan, KAB II Jangan Dirancang Sebagai Alat Penghadang Nova
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Anggota DPD RI asal Aceh, Ghazali Abbas Adan. 

Senator Ghazali Abbas Adan Ingatkan, KAB II jangan Dirancang Sebagai Alat Penghadang Nova

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II, yang dibentuk oleh sejumlah partai politik di DPR Aceh, jangan sampai dirancang untuk menghadang program Aceh Hebat Pemerintahan Irwandi-Nova yang saat ini dijalankan Plt Gubernur Nova Iriansyah.

Hal itu disampaikan senator Aceh, Ghazali Abbas Adan nenanggapi terbentuknya KAB II di parlemen Aceh atau DPR Aceh.

"Mudah-mudahan, KAB II lahir bukan untuk maksud demikian, karena memang tidak masuk akal sehat ada pihak-pihak di Aceh yang pasang ancang-ancang menghadang program Aceh Hebat yang sudah berusaha menunjukkan kinerja profesional berdasarkan pola pengelolaan pemerintahan dengan e-planning, e-budgeting dan e-reporting demi mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh," ujar Ghazali Abbas Adan, Jumat (12/7/2019) malam.

Ghazali Abbas memberi apresiasi terhadap sikap Partai Daerah Aceh (PDA), yang menolak gabung KAB II jika untuk "hadang" Nova.

"Saya sependapat dengan sikap PDA itu, tidak mau ikut kalau KAB untuk menghadang Nova Iriansyah," tukas Ghazali Abbas Adan.

Senator Aceh ini juga menyatakan dirinya tidak ada urusan siapa yang menggagas KAB II dan siapa pula komandannya.

"Tetapi apabila si penggagas dan anggata KAB II konsisten dengan Aceh sebagai Nanggroe yang legal formal berlaku syariat Islam yang juga bagian dari NKRI dengan dasar konstitusi yang sudah jelas, maka koalisi apapun namanya di Aceh harus berpedoman kepada Syariat Islam dan konstitusi Negara Republik Indonesia," ujar Ghazali.

Terhadap kemungkinan anggota DPRA belum puas dengan hasil kerja eksekutif di Aceh, Ghazali menyatakan, adalah tugas wakil-wakil di DPRA bersikap kritisi dan luruskan yang belum pas, dan dalam waktu yang bersamaan tunjukkan konsep yang pas, bukan dengan perilaku hadang menghadang.

Baca: Indonesia dan Sekretariat ASEAN Gelar Asean Contemporary Dance Festival di Yogyakarta

Baca: Rapai Geleng Juara Internasional Folklore Festival-Czech Fairy Tale 2019

Baca: Lhong Raya Banda Aceh Juara I Lomba Desa Se-Aceh Tahun 2019, Dapat Hadiah Rp 100 Juta

Ini sesuai doktrin yang terkandung dalam ayat Quran Surat Al Maidah ayat 2, artinya, "Dan tolong menolong (berkoalisi) lah kamu sekalian dalam perbuatan (program) kebaikan dan ketakwaan (amar ma'ruf nahi mungkar) dan janganlah kamu tolong menolong (berkoalisi) dalam perbuatan dosa (tercela) dan permusuhan," ujar Ghazali Abbas mengutip Surat Al-Maidah, ayat 2.

Menurut Ghazali Abbas Adan, apabila saat ini ada yang sudah mulai kencang syahwat ingin berkuasa, disarankan untuk ditunda sampai tahun 2022.

"Ini adalah sikap santun, dewasa, cerdas dan bermartabat. Sebagai negarawan dan insan demokrat, taatilah agenda politik kontestasi lima tahunan yang sudah menjadi agenda tetap di negara demokrasi Indonesia ini. Janganlah memendam mental dan karakter 'ku-'eih' yakni "ta yue jak u keue jitouh geuntout, dijak dilikot jisyhout pha," demikian Ghazali Abbas Adan.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved