Anggota Dewan Minta Rumah Translok di Pijay Dipasang Lantai Keramik, Begini Kata Pemerintah

Padahal anggarannya jauh lebih besar Rp 95 juta dari dana rumah duafa Rp 85 juta yang memiliki lantai keramik.

Anggota Dewan Minta Rumah Translok di Pijay Dipasang Lantai Keramik, Begini Kata Pemerintah
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Staf Teknis Kegiatan Dinaker dan Mobduk Aceh Defna (dua dari kiri) memberi penjelasan kepada anggota DPRA terhadap spesifikasi rumah bantuan Tranmigrasi Lokal di Gampong Kumba, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, Minggu (14/7/2019). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebanyak 20 unit rumah bantuan bagi warga tranmigrasi lokal di Gampong Kumba, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya dibangun tanpa lantai ketamik.

Padahal anggarannya jauh lebih besar Rp 95 juta dari dana rumah duafa Rp 85 juta yang memiliki lantai keramik.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta kepada pihak Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnaker dan Mobduk) Aceh agar dapat memasang lantai keramik pada rumah bantuan itu.

"Sementara rumah bantuan untuk fakir miskin atau rumah duafa Rp 85 juta dengan tipe yang sama yaitu 36 memiliki lantai keramik," sebut anggota DPRA Abubakar Usman kepada Serambinews.com, Minggu (14/7/2019)

Menurut Abubakar, hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu staf Teknis Kegiatan Disnaker dan Mobduk Aceh Defna kepada Serambinews.com, Minggu (14/7/2019) mengatakan sejak direalisasikan bantuan pembangunan rumah translok di pedalam Kabupaten Pijay beberapa tahun lalu, pihak Disnaker dan Mobduk Aceh masih tetap memberlakukan standardisasi dengan bangunan yang sama.

Baca: Perbedaan Spesifikasi Oppo F7 Vs Oppo A3s, Harga Sekitar 1 Jutaan dan Selisih Sekitar Rp 300 Ribu

Baca: Sejarah Ikan Asin, Ada Sejak Abad VIII Masehi dan Tercantum dalam 2 Prasasti, Punya Banyak Manfaat

Baca: Haris Azhar Mengaku Khawatir soal Kabinet Jokowi Jilid II, Dinilai akan Lebih Banyak Utang

"Bantuan pada tahun ini disalurkan tetap sama dengan tidak berlantai keramik sesuai pagu kontrak sebagaimana tahun sebelumnya (2017) lalu yaitu per unit Rp 95 juta," ujarnya.

Defna menambahkan Lebih mahalnya harga selesih Rp 10 juta pembangunan rumah translok dibandingkan dengan rumah duafa dikarenakan jarak tempuh mobilisasi material pembamgunan kedalam lokasi translok.

Karena itu, kata dia, tidak mungkin pihaknya melakukan pemasangan lantai keramik.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved