Bus Kurnia Dilempar di Peudada, Kaca Depan Pecah

Aksi pelemparan bus di jalan Banda Aceh-Medan yang dilakukan oleh orang tak dikenal kembali terjadi

Bus Kurnia Dilempar di Peudada, Kaca Depan Pecah
IST
GUGUN HARDI GUNAWAN, Kapolres Bireuen

BIREUEN - Aksi pelemparan bus di jalan Banda Aceh-Medan yang dilakukan oleh orang tak dikenal kembali terjadi. Kali ini, pelemparan yang terjadi di kawasan Desa Blang Matang, Kecamatan Peudada, Bireuen, pada Jumat (12/7) sekitar pukul 23.30 WIB, menimpa bus Kurnia BL 7782 PB.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, melalui Kapolsek Peudada, Iptu Zulfikar SH, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, bus Kurnia yang disopiri Muhammad Nurdin (37), warga Desa Reusep, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, itu berangkat dari Banda Aceh dengan tujuan Medan. Menurutnya, bus sarat penumpang itu di kaca depannya sudah dipasang kawat besi sebagai pengaman.

Setibanya di kawasan Desa Blang Matang atau sekitar 1,5 kilometer ke arah timur dari Mapolsek Peudada, tiba-tiba bus tersebut terkena lemparan batu dari arah depan. Karena itu, bus langsung berhenti dan sopirnya melapor ke Polsek Peudada. Mendapat laporan tersebut, sejumlah anggota Polsek Peudada langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Meski sudah dipasang kawat besi sebagai pengaman, lemparan itu juga mengakibatkan kaca depan bus pecah dan wajah sopir ikut terkena batu yang dilempar oleh orang yang belum teridentifikasi tersebut. “Bus dilempar dari depan, sehingga kacanya pecah dan mengenai sopir. Tapi, Alhamdulillah sopir tidak mengalami luka parah sehingga masih bisa mengontrol laju kendaraan,” jelas Kapolsek Peudada.

Sopir bus yang dimintai keterangan saat berada di Mapolsek Peudada mengatakan, saat melintasi lokasi kejadian, dari arah berlawanan ada konvoi sepeda motor (sepmor). Tiba-tiba, sebutnya, salah satu dari pengendara sepmor yang berkonvoi itu melempar batu ke kaca depan bus. Setelah sopir dimintai keterangan, bus melanjutkan melanjutkan perjalanan ke Medan. Kasus tersebut sekarang ditangani Polsek Peudada untuk penyelidikan lebih lanjut.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved