Dosen Pertanian Unsam Ajarkan Petani Kakao Konsep Pertanian Sehat

Petani Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, diajarkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai salah satu komponen sistem

Dosen Pertanian Unsam Ajarkan Petani Kakao Konsep Pertanian Sehat
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Dosen Pertanian dan warga¬†Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed. 

Dosen Pertanian Unsam Ajarkan Petani Kakao Konsep Pertanian Sehat

Laporan Zubir |  Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Petani Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, diajarkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai salah satu komponen sistem pertanian yang strategis untuk menciptakan pertanian sehat serta ramah lingkungan.

Ilmu konsep PHT ini diajarkan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (Unsam) Langsa yang diketuai oleh Maria Heviyanti SP MSc, bersama anggota Fiddini Alham SP MSi dan Astri Afriani SP MSi, yang melakukan pengabdian kepada masyarakat Desa Matang Ara Jawa.

Menurut Maria Heviyanti SP MSc, Minggu (14/7/2019) menyebutkan, kakao (Theobroma cacao Linnaeus) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memegang peranan cukup penting dalam perekonomian masyarakat Aceh, disamping sawit dan karet.  

Namun dalam proses budidaya, ada hambatan berupa serangan hama Helopeltis sp yang menyebabkan produksi menurun. Dari beberapa hasil penelitian, serangan hama ini pada tanaman kakao dapat menyebabkan produksi menurun hingga 50 persen.

Sedangkan biaya produksi meningkat hingga 40 persen. Kemudian petani selama ini mengendalikan hama pada tanaman kakao pada umumnya masih menggunakan insektisida kimiawi. 

Padalah penggunaan insektisida dapat menyebabkan timbulnya resistensi hama dan muculnya hama sekunder. Di sisi lain, residu insektisida dapat mencemari lingkungan.

Atas dasar itulah, Dosen Fakultas Pertanian Unsam yang melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Matang Ara Jawa, mengangkat tema penerapan konsep PHT sebagai salah satu komponen sistem pertanian yang strategis, dalam menciptakan pertanian sehat serta ramah lingkungan. 

Mengingat hama Helopeltis Sp merupakan salah satu hama yang menyebabkan terjadinya kerontokan pada buah muda akibat tusukan pada buah. Sehingga altenatif dalam pengendalian hama ini adalah secara mekanik, yaitu penyelubungan buah muda (kondomisasi). 

Baca: Bupati Peusijuek dan Lepaskan 534 JCH Aceh Besar

Baca: XL Adakan Talkshow Bahas Kreatif dengan Gadget

Baca: Rabu Dini Hari akan Terjadi Gerhana Bulan, Bisa Lihat dengan Mata Telanjang

Teknis dilapangan penyelubungan buah menggunakan kantung plastik juga harus dicermati agar penyelubungan efektif. Penyelubungan (kodomosasi) buah dengan kantong plastik dapat dilakukan pada buah yang berukuran 8-12 cm dan salah satu ujung lainnya dibiarkan terbuka.

Buah yang diselubungi dengan kantong plastik akan terhindar dari serangan Helopeltis sp. Selama ini petani kurang tertarik melakukan pengendalian hama Helopeltis Sp, dikarenakan menganggap pengendalian tersebut sulit untuk dilakukan.

"Padahal dengan melakukan pengendalian dengan cara kondomisasi buah dapat meningkatkan hasil dari buah kakao tersebut," imbuh dosen Fakuktas Pertanian itu.(*)

Penulis: Zubir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved