Kandang Sapi di Pango Ulee Kareng Terbakar, Sapi Diselamatkan Pemilik Warkop

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda, M Nurdin, menyebutkan kebakaran kandang sapi tersebut pertama kali dilaporkan oleh

Kandang Sapi di Pango Ulee Kareng Terbakar, Sapi Diselamatkan Pemilik Warkop
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas pemadam kebakaran Kota Banda Aceh memadamkan api yang membakar kandang sapi milik warga Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Minggu (14/7/2019) dini hari. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kandang sapi milik Emdan di depan pos pemadam wilayah Gampong Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Minggu (14/7/2019) sekitar pukul 01.15 WIB, dini hari terbakar.

Meski kandang tersebut ludes terbakar, tapi tidak ada sapi di dalam kandang yang menjadi korban, karena cepat diselamatkan oleh Jamal, pemilik warung kopi (warkop) di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda, M Nurdin, menyebutkan kebakaran kandang sapi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Jamal, pemilik warkop di kawasan tersebut.

Sementara Emdan, pemilik kandang sapi itu sedang tidak berada di lokasi.

Menurut Nurdin, keberadaan kandang sapi yang terbakar itu terpaut beberapa meter di belakang warkop milik Jamal sejingga cepat melaporkan ke petugas pemadam yang berada di depan warungnya.

Baca: Terserang Penyakit Komplikasi, Dorce Gamalama Sudah Siapkan Kain Kafan hingga Surat Wasiat

Baca: Sekretaris Tenaga Kerja AS Mengundurkan Diri di Tengah Kemarahan Atas Kasus Skandal Seks Epstein

Baca: Pemerintah Aceh Diminta Segera Siapkan Landasan Hukum Dewan Ekonomi Aceh

Menurut Nurdin, dugaan sementara api berasal dari pengasapan yang dilakukan pemilik kandang sapi untuk mencegah nyamuk menggigit ternak

Namun, besar dugaan, pemilik ternak sapi tersebut tidak menduga pengasapan yang dia lakukan, memunculkan api hingga menjalar ke dinding kandang sapi miliknya itu.

Kepala DPKP Kota Banda Aceh, M Nurdin kembali mengingatkan agar tidak membakar sesuatu tanpa dikontrol. Hal itu mengingat kondisi cuaca yang sedang ekstrem.

"Sedikit saja ada bara api yang tersisa bisa berdampak buruk. Kami mohon pengertian dan perhatian seluruh warga untuk sama-sama bisa menjaga," ujarnya.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved