citzen reporter

Kisah Masyarakat Penyayang Penyu

Alhamdulillah, saya bersama 19 teman lainnya berkesempatan ikut program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Melaka

Kisah Masyarakat Penyayang Penyu
IST
MUHAMMAD ZAKI MUBARAK, Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik pada FISIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melaporkan dari Melaka, Malaysia

OLEH MUHAMMAD ZAKI MUBARAK, Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik pada FISIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melaporkan dari Melaka, Malaysia

Alhamdulillah, saya bersama 19 teman lainnya berkesempatan ikut program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Melaka, Malaysia. Ini merupakan program KKN Internasional kali ketiga yang telah dan sedang dilaksanakan atas fasilitasi Office International Affairs (OIA) atau Kantor Urusan Internasional Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

KKN periode ketiga ini dilaksanakan di dua negara. Saya bersama 19 teman lainnya ditempatkan di Malaysia, sedangkan sebagian lagi ditempatkan di Thailand pada Agustus mendatang.

Untuk terselenggaranya KKN Internasional ini Unsyiah bekerja sama dengan Universiti of Malaya. Mahasiswa yang ikut KKN antarnegara ini tidak hanya kami dari Unsyiah, tetapi juga beberapa mahasiswa dari Universiti of Malaya.

Kami dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing beranggotakan tujuh dan enam orang. Kami ditempatkan di tiga daerah yang berbeda. Kebetulan saya ditempatkan di Tanjung Bidara dan dua kelompok lainnya masing-masing di Tanjung Bayan dan Aer Molek.

Keunikan Tanjung Bidara ini, letaknya berhadapan langsung dengan Selat Malaka, selat terpanjang di dunia.

Saya sangat bersyukur mendapat keluarga angkat di sini, selain ramah dan sangat terbuka terhadap orang yang baru dikenal dalam hitungan jam, mereka juga memiliki usaha “chalet”, sejenis homestay yang jaraknya sangat dekat dengan bibir pantai Selat Malaka.

Mereka juga sangat bermurah hati meminjampakaikan saya sebuah chalet. Begitu saya buka pintu chalet tersebut mata saya langsung dimanjakan oleh panorama Selat Malaka tanpa ada halangan apa pun. Hal ini mengingatkan saya pada Pulau Weh, Sabang karena di sana pun terdapat beberapa resor pinggir pantai yang langsung menghadap ke Samudra Hindia.

Ada yang unik di Tanjung Bidara ini, yaitu desa tempat kami tinggal bernama Padang Kemunting, selain menjadi tempat wisata, juga tempat pendaratan penyu. Masyarakat di sini juga memiliki badan konservasi pengembangbiakan penyu yang diakui oleh World Wildlife Fund (WWF). Mereka juga membantu segala proses yang berkaitan dengan penjagaan penyu dari kepunahan. Kisah ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap penyu.

Masyarakat di sini juga sangat peduli terhadap lingkungan. Salah satu buktinya, mereka sangat menjaga kebersihan. Sepanjang perjalanan saya di bibir pantai, tidak terlihat sampah yang tercecer di pantai. Paling-paling hanya ada patahan ranting pepohonan saja yang berserakan indah di pantai. Masyarakat di sini sangat menyadari, apabila pantai kotor maka akan sangat mengganggu penyu saat mendarat di pantai untuk bertelur, selain memang tak sedap dipandang mata.

Tak hanya sampai di situ perhatian masyarakat Tanjung Bidara terhadap penyu. Sebagai masyarakat penyayang penyu hal ini juga mereka perlihatkan di setiap chalet. Di setiap dinding chalet mereka tempel imbauan dan ajakan kepada wisatawan lokal maupun asing untuk sama-sama menjaga serta dengan sadar membebaskan lingkungan dari setiap sampah plastik agar penyu merasa aman dan nyaman saat hendak bertelur.

Dari Padang Kemunting yang permai ini saya dapat banyak pelajaran tentang bagaimana semestinya satu komunitas menjaga lingkungan pantai. Apalagi jika mata pencaharian kita bergantung pada jasa baik pantai. Memang sudah sepatutnya kita kembali sadar akan hadis bahwa “Kebersihan itu sebagian daripada iman”, karena dengan menerapkan pola hidup yang bersih, kita dapat merasakan keamanan dan kenyamanan di sekitar kita. Kebersihan itu tentu saja dapat memberikan efek positif bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved