Korban Butuh Seragam Sekolah

Sejumlah anak-anak usia sekolah yang menjadi korban kebakaran di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu

Korban Butuh Seragam Sekolah
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
TAGANA Lhokseumawe membangun tenda untuk korban kebakaran di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe, Jumat (12/7) 

* Ekses Kebakaran di Blang Pulo

LHOKSEUMAWE - Sejumlah anak-anak usia sekolah yang menjadi korban kebakaran di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis (11/7) malam, membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah dan alat tulis. Karena, tahun ajaran baru akan dimulai Senin (15/7) besok.

Dari 26 jiwa yang mengungsi, delapan diantaranya masih bersekolah di SD dan SMP. Sementara itu, hingga Sabtu (13/7) kemarin, sebanyak lima kepala keluarga masih mengungsi di balai desa setempat. Selain perlengkapan untuk ke sekolah, korban kebakaran juga membutuhkan bantuan untuk kebutuhan bayi berupa susu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak lima unit rumah konstruksi kayu yang posisinya berdempetan di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis (11/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB ludes terbakar. Tidak ada harta benda penghuni rumah kontrakan tersebut yang selamat. Akibatnya, kelima kepala keluarga KK atau 26 jiwa terpaksa harus mengungsi di balai desa setempat. Sementata itu, relawanan Tagana tetap membangun satu unit tenda darurat di dekat lokasi kejadian.

Kelima KK yang menjadi korban kebakaran adalah Irwan (39) bersama empat anggota keluarganya, Junaidi (45) bersama lima anggota keluarganya. Kemudian, M Yusuf (53) bersama lima anggota keluarganya. Berikutnya, Azhar (43) bersama empat anggota keluarganya, dan Mukhtar (67) bersama dua anggota keluarganya.

Keuchik Blang Pulo, Syeh Ahmad kepada Serambi kemarin mengakui, kalau sampai saat ini para korban masih mengungsi di balai desa setempat. Bukan hanya itu, pihaknya saat ini sudah membuka dapur umum.

Selain itu, dia menyebutkan, untuk bantuan masa panik seperti sembako pakaian untuk orang dewasa terus mengalir. “Termasuk dari Pemko Lhokseumawe yang diserahkan Wali Kota, Suaidi Yahya dan Wakilnya, Yusuf Muhammad,” katanya.

Namun, tambah Syeh Ahmad, dari 26 warga yang mengungsi di balas desa, delapan diantaranya merupakan anak-anak yang masih bersekolah tingkat SD dan SMP plus satu orang bayi. “Jadi, yang diharapkan sekarang ini adanya bantuan untuk peralatan sekolah seperti seragam dan alat tulis. Apalagi, sebentar lagi aktivitas belajar sudah dimulai lagi. Di samping itu, perlu bantuan untuk kebutuhan bayi seperti pampers, susu, dan lainnya,” harap Syeh Ahmad.

Pada kesempatan itu, para pengungsi juga mengharapkan adanya bantuan tambahan berupa biaya sewa rumah. Sehingga, mereka nantinya tidak perlu lama mengungsi di balai desa setempat.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved