Rabu Dini Hari akan Terjadi Gerhana Bulan, Bisa Lihat dengan Mata Telanjang

“Gerhana bulan sebagian ini akan berakhir pukul 05.59 WIB yaitu sekitar 50 menit setelah azan subuh berkumandang di Banda Aceh,” jelasnya.

Rabu Dini Hari akan Terjadi Gerhana Bulan,  Bisa Lihat dengan Mata Telanjang
Kanwil Kemenag Aceh
Grafis proses terjadinya Gerhana Bulan Total tanggal 28 Juli 2018. 

Rabu Dini Hari akan Terjadi Gerhana Bulan,

Bisa Lihat dengan Mata Telanjang

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Berdasarkan data Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, akan terjadi fenomena alam yaitu gerhana bulan parsial (sebagian) di wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Rabu (17/7/2019) mulai pukul 03.01 WIB dini hari.

Tim Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra SHi MH kepada Serambinews,com, Minggu (14/7/2019), menjelaskan gerhana bulan parsial pada 17 Juli akan dimulai pukul 03.01 WIB ditandai dengan bagian bulan purnama sedikit demi sedikit akan menjadi gelap hingga mencapai puncaknya pukul 04.31 WIB yang ditandai dengan sebagian bulan akan menjadi gelap, dan sebagian lagi tetap terang padahal kondisi sebelumnya adalah purnama.

Baca: Nova ke Lokasi Tanam Serentak Kendarai Moge, Kultur Bertanam Padi di Abdya Bisa Diadopsi

“Gerhana bulan sebagian ini akan berakhir pukul 05.59 WIB yaitu sekitar 50 menit setelah azan subuh berkumandang di Banda Aceh,” jelasnya.

Alfirdaus mengatakan gerhana bulan jenis ini dapat diamati dengan mata telanjang maupun teleskop. 

Namun karena terjadi dini hari, maka pihaknya tidak melakukan pengamatan secara terbuka, tapi dapat dilihat langsung peristiwa agung tersebut. 

Ia juga mengatakan dalam setahun gerhana bulan di seluruh permukaan bumi dapat terjadi dua hingga tiga kali.

Baca: Abdya Juara Expo Ternak Se-Aceh

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh, mengimbau masyarakat Aceh untuk melaksanakan shalat sunah khusuf di masjid-masjid, musalla, dayah, atau tempat keramaian lainnya saat  terjadi gerhana. 

"Masyarakat juga dapat melaksanakan shalat khusuf hingga waktu menjelang Subuh,” imbuhnya.

 Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak takbir, istighfar, zikir, doa dan sedekah dalam rangka mengingat keagungan Allah SWT.

Shalat sunat khusuf, dikatakan Daud Pakeh dapat dilakukan secara berjamaah atau sendirian sebanyak dua rakaat dan pada setiap rakaat terdiri atas dua kali rukuk. 

Baca: Hari Ini Gempa 7,2 M Guncang Maluku Utara, Sejumlah Rumah Ambruk, Air Laut Turun Warga Mengungsi

Pihaknya juga sudah mengirim surat imbauan ke Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh, serta meneruskannya ke Kemenag RI tentang tuntunan shalat khusuf guna memudahkan bagi yang belum mengetahui tata caranya. (*)

 


Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved