Aceh Mulai Budidaya Padi Sehat

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala

Aceh Mulai Budidaya Padi Sehat
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, menyerahkan bantuan 16 unit hand traktor kepada kelompok tani di sembilan kecamatan usai melakukan pencanangan tanam serentak MT Gadu 2019 Kabupaten Abdya, dipusatkan di Desa Blang Dalam, Susoh, Minggu (14/7). Target luas tanam 10.289 ha tersebar di sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil. SERAMBI/ZAINUN YUSUF 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya), menguji coba budidaya padi sehat. Dimulai program itu ditandai dengan penanaman perdana padi tersebut di persawahan Gampong Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Abdya, Minggu (14/7) pagi.

Untuk diketahui, budidaya padi sehat merupakan penanaman padi yang mengedepankan penggunaan produk-produk pupuk dan insektisida organik serta mengurangi produk kimiawi. Penanaman perdana budidaya padi sehat yang bersamaan dengan tanam serentak musim tanam gadu tahun 2019 tersebut dilakukan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Wakil Ketua DPRA, Dalimi, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH bersama unsur Forkopimda setempat, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan SP MM, Kadis Pertanian dan Pangan Abdya, drh Nasruddin, dan sejumlah pejabat lainnya.

Plt Gubernur dalam sambutannya antara lain mengatakan, melalui gerakan tanam ini masyarakat diharapkan dapat terus memanfaatkan lahannya secara berkesinambungan. Dengan demikian, sebut Nova, lahan sawah akan berguna atau produktif dan pendapatan petani akan meningkat. Bila itu terlaksana, maka kesejahteraan petani terwujud.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan SP MM mengatakan, penanaman perdana budidaya padi sehat itu dilaksanakan sebagai dem Farm (salah satu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan secara nyata cara atau hasil penerapan suatau inovasi teknologi padi yang sudah teruji dan menguntungkan bagi petani yang dilaksanakan oleh kelompok tani dengan luas areal 1-5 hektare).

Dengan dukungan atau bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Distanbun Aceh seperti olah tanah gratis seluas 100 hektare, benih padi, kapur dolomit, pupuk organik, dan tanaman refugia di areal dem farm seluas 50 hektare, menurut A Hanan, diharapkan memberi contoh budidaya tanaman padi sehat tanpa pestisida. “Tahun ini ada tiga unit dem areal di Abdya dengan total luas lahan 150 hektare. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di kabupaten/kota lain,” jelas A Hanan.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH menyebutkan, ada lima benih padi yang sedang diujicoba di Abdya kerja sama Distanbun Aceh, Fakultas Pertanian Unsyiah, dan Pemkab Abdya. “Yang paling menarik adalah varietas batatu atau varietas batat tungang (bandel) yang dapat ditanam tanpa air, tanpa pupuk, dan bahkan tanpa perawatan, tapi tetap berproduksi tinggi. Kita berharap varietas ini bisa dilepas sebagai benih unggul oleh Menteri Pertanian pada tahun 2020 nanti,” harap Akmal.

Menjawab wartawan seusai penanaman itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, kultur menanam padi dengan produksi yang banyak sudah meluntur selama ini. Karena itu, sebutnya, kultur yang dilakukan Bupati Abdya ini bisa diadopsi daerah lain di Aceh. Nova juga berharap Abdya menjadi lumbung padi dan bisa men-support kebutuhan provinsi tetangga, bahkan untuk ekspor.

“Nah, Abdya dengan Pak Akmal sebagai Bupatinya, saya pikir menjadi lokomotif untuk mengubah kultur tersebut. Sebab, Beliau konsen terhadap pengembangan pertanian, khususnya tanaman padi dan perkebunan rakyat,” tukas Plt Gubernur. Terlebih lagi, lanjut Nova, Bupati Akmal punya ilmu di bidang itu dan secara akademik bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset. Hasil riset itu, ada varietas-varietas padi yang secara standar dapat digunakan di tempat lain.

Bantu hand tractor
Pada kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT berkesempatan menyerahkan bantuan hand tractor kepada kelompok petani yang tersebar di sembilan kecamatan di Abdya. Tujuannya, untuk mendukung percepatan proses pengolahan lahan dalam rangka mendukung percepatan penanaman budidaya padi sehat di areal percontohan tersebut. Kecuali itu, juga ada bantuan lain seperti benih padi, jagung, pala, dan nilam, serta sarana pendukung lainnya. Hand tractor merek Yanmar berkekuatan 8,5 PK itu merupakan bantuan APBN.

Kadistanpan Abdya, Nasruddin menjelaskan, selain ratusan hand tractor yang sudah tersedia pada kelompok tani, juga sudah diterjunkan 56 traktor besar jenis 4WD untuk mempercepat pengolahan lahan sawah dengan target luas tanam 10.289 ha dalam sembilan kecamatan. “Satu kecamatan dikerahkan 5 sampai 6 traktor besar,” katanya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanpan Abdya, Daswis SP menambahkan, tanam perdana yang dilaksanakan di Desa Blang Dalam, Susoh, pada areal seluas 100 hektare dikerjakan oleh 4 kelompok tani. Sementara pengolahan lahan sawah sudah dimulai hampir di semua kecamatan, terutama Susoh, Blangpidie, Jeumpa, Kuala Batee, Setia, dan Kecamatan Tangan-Tangan.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved