Kemenag Aceh Launching Aplikasi SIMDUPAK Online untuk Kenaikan Pangkat Guru

Kanwil Kemenag Aceh melalui Bidang Pendidikan Madrasah melaunching Sistem Informasi Manajemen Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (Simdupak) Guru.

Kemenag Aceh Launching Aplikasi SIMDUPAK Online untuk Kenaikan Pangkat Guru
For Serambinews.com
Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh melaunching aplikasi Simdupak, di aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin (15/7/2019). Kanwil didampingi Kabag TU H Saifuddin SE, Kabid Penmad Drs H Idris MPd dan para Kabid di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

Serambinews.com, Banda Aceh - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh melalui Bidang Pendidikan Madrasah melaunching Sistem Informasi Manajemen Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (Simdupak) Guru berbasis online.

Launching tersebut dilakukan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh didampingi Kabag TU H Saifuddin SE, Kabid Penmad Drs H Idris MPd dan para Kabid di lingkungan Kanwil, yang berlangsung di aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin (15/7/2019).

Pada kesempatan tersebut Kakanwil sekaligus membuka kegiatan Peningkatan Kinerja GTK Madrasah yang diikuti Kasi Penmad/Pakis/Pendis Kankemenag Kab/Kota se Aceh.

"Melakukan inovasi atau pembaharuan terhadap sesuatu didalamnya bernilai ibadah, apalagi Simdupak ini pertama di Indonesia, kita berharap akan menjadi model bagi provinsi lain," ujar Kakanwil.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi guru sekarang adalah masalah kepangkatan, banyak guru terhambat kenaikan pangkat disebabkan berbagai persoalan.

"Karenanya inovasi aplikasi ini harus kita dorong untuk memudahkan para guru di Aceh, misalnya kalau ada persoalan berbagai instrumen kepangkatan guru yang tidak lengkap, seharusnya dikembalikan segera ke guru untuk diperbaiki, supaya tidak tersimpan di Kanwil, dan mereka guru kemudian harus datang ke Kanwil," sebut Kakanwil.

Kakanwil meminta Kasubbag kepegawaian dan Kabid Penmad untuk menuntaskan semua kepangkatan guru tepat waktu.

Ia mengatakan, malah ada anak madrasah di salah satu kabupaten kota yang menghubungi dirinya via channel whatsapps (WA).

"Anak madrasah WA ke saya, yang mengatakan bahwa ibunya punya jadwal penuh mengajar, jadi hingga hari ini belum sempat mengurus pangkatnya ke Banda Aceh dan tidak mungkin meninggalkan tugas mengajar untuk mengurus pangkat, melihat kondisi ini makanya aplikasi online sangat dibutuhkan di zaman ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved