Kontras: Pelaku Pelecehan Seksual di Lhokseumawe Harus Dijerat Hukum Nasional

Misalnya jika selama ini santri dilarang membawa smartphone hendra tidak memprotes, namun santri juga harus diberikan saluran komunikasi untuk berhub

Kontras: Pelaku Pelecehan Seksual di Lhokseumawe Harus Dijerat Hukum Nasional
Serambi
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambamg, Kamis (11/7/2019) memberi keterangan pers terkait dugaan pelecehan seksual sesama jenis dengan tersangkanya oknum pimpinan pasantren dan guru ngaji pada sebuah pesantren di Lhokseumawe 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Koordinator Kontras Aceh, Hendra Saputra menyatakan pelaku pelecehan seksual di Lhokseumawe tidak perlu dijerat dengan hukum jinayah.

Tapi pelaku yang merupakan pimpinan pesantren harus dijerat dengan hukum nasional, yaitu Undang-undang Perlindungan Anak.

Hal itu disampaikan Hendra Saputra saat menjadi narasumber Talkshow Cakrawala Serambi FM, Senin (15/7/2019).

Talkshow itu membedah Salam Serambi Indonesia hari ini yang bertema “Penangguhan Tersangka Seharusnya Ditolak” yang menghadirkan narasumber internal, Yarmen Dinamika dan dipandu Tia Andalusia.

Hendra menjelaskan, ada beberapa alasan yang membuat pihaknya menginginkan pelaku dijerat dengan UU perlindungan anak.

Antara lain dalam qanun jinayah tidak mengatur soal pemulihan korban. Sedangkan UU Perlindungan Anak mengatur tentang pemulihan korban.

“Pelaku tidak perlu dihukum dengan hukum jinayah, tap juga harus dijerat dengan UU Perlindungan anak, karena dalam UU perlindungan anak ini ada prinsip pemulihan korban, sedangkan dalam qanun jinayah tidak ada,” ujarnya.

Karena, kata Hendra, dalam kasus pelecehan seksual yang harus diprioritaskan selain menghukum pelaku, juga menyembuhkan korban dari trauma.

Sehingga Kontras mendorong agar kasus pelecehan seksual ini dapat dijadikan momentum oleh DPRA untuk merevisi Qanun Jinayah, yang ke depannya juga mengatur pemulihan korban.

Baca: Musim Haji Ini, Pertamina Prediksi Permintaan Avtur di Bandara SIM Meningkat Hingga 1,6 Juta Liter

Baca: Buntut Insiden Penembakan di Lokasi Keyboard Bupati Aceh Singkil Perintahkan Tutup Akses Masuk Miras

Baca: Badai Rusak 25 Rumah di Pidie

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved