Lusa, Gerhana Bulan Parsial

Berdasarkan data Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, akan terjadi fenomena alam

Lusa, Gerhana Bulan Parsial
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ratusan warga Banda Aceh melaksanakan shalat khusuf berjamaah di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh. 

* Masyarakat Diimbau Shalat Khusuf

BANDA ACEH - Berdasarkan data Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, akan terjadi fenomena alam yaitu gerhana bulan parsial (sebagian) di wilayah Indonesia, termasuk Aceh. Gerhana bulan parsial ini akan terjadi pada Rabu (17/7), dimulai pukul 03.01 WIB.

“Kami mengimbau masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah khusuf di masjid-masjid, mushala, dayah atau tempat keramaian lainnya pada waktu terjadi gerhana. Masyarakat juga dapat melaksanakan shalat khusuf hingga waktu menjelang shubuh,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh kepada Serambi, Minggu (14/7).

Dia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak takbir, istighfar, zikir, doa dan sedekah dalam rangka mengingat keagungan Allah SWT. Pihaknya, kata Daud Pakeh, sudah mengirim surat imbauan ke seluruh Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh, serta meneruskannya ke Kemenag RI tentang tuntunan shalat khusuf bagi umat Islam untuk memudahkan bagi yang belum mengetahui tata caranya.

“Shalat sunat khusuf dapat dilakukan secara berjamaah ataupun sendirian sebanyak dua rakaat dan pada setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku,” kata Daud Pakeh.

Sementara Tim Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra SHi MH menjelaskan, gerhana bulan parsial pada 17 Juli akan dimulai pukul 03.01 WIB ditandai dengan bagian bulan purnama sedikit demi sedikit akan menjadi gelap hingga mencapai puncaknya pukul 04.31 WIB yang ditandai dengan sebagian bulan akan menjadi gelap dan sebagian lagi tetap terang padahal kondisi sebelumnya adalah purnama.

“Gerhana bulan sebagian ini akan berakhir pukul 05.59 WIB yaitu sekitar 50 menit setelah azan subuh berkumandang di Banda Aceh,” jelasnya.

Dapat Diamati dengan Mata Telanjang
TIM Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra menyebutkan, gerhana bulan jenis ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun karena terjadi dini hari, maka pihaknya tidak melakukan pengamatan secara terbuka, tapi dapat dilihat langsung peristiwa agung tersebut.

Ia juga mengatakan dalam setahun gerhana bulan di seluruh permukaan bumi dapat terjadi dua hingga tiga kali.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved