Rumah KAT bukan Program Mendadak

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Drs Alhudri MM mengklaim, progam pembangunan 39 unit rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT)

Rumah KAT bukan Program Mendadak
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Penyayi RAP, Aliaune Damala Akon Thiam alias AKON menunjukkan cinderamata dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa saat mini konser AKON di Kementerian Sosial dalam rangka program AKON Terangi Suku Anak Dalam, Orang Rimba, dan Komunitas Adat Terpencil, Rabu (8/3/2017). Program donasi AKON bagi Suku Anak Dalam tersebut mencangkup instalasi peralatan pembangkit listrik tenaga matahari di tiap rumah dan mempromosikan penghematan energi. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

* Sudah Direncanakan sebelum Jembatan Kabel Viral

MEULABOH - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Drs Alhudri MM mengklaim, progam pembangunan 39 unit rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Sikundo, Kecamatan Pantee Ceureumen, Aceh Barat yang peletakan batu pertamanya akan dilakukan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Senin (15/7) hari ini, bukanlah program yang tiba-tiba muncul. Menurut dia, pembangunan rumah KAT itu sudah direncanakan lama sebelum Desa Sikundo viral lantaran jembatan kabelnya.

Penegasan ini disampaikan Kadinsos Aceh, Drs Alhudri MM saat dia bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan rumah KAT di Desa Sikundo, Minggu (14/7). “Sebelum jembatan kabel itu viral, Dinas Sosial Aceh memang sudah memiliki program untuk pembangunan 39 unit rumah KAT di Sikundo,” klaim Alhudri dalam keterangan tertulis kepada Serambi, Minggu sore.

Ia menekankan, pembangunan rumah KAT tipe 24 semipermanen di Desa Sikundo itu bukan lantaran disebabkan viralnya jembatan kabel di desa terpencil itu yang sempat menjadi isu nasional, tapi merupakan bagian dari program pemerataan pembangunan Pemerintah Aceh.

“Jadi, pembangunan rumah KAT di Desa Sikundo ini bukan karena setelah viralnya jembatan tali (kabel) beberapa waktu lalu, melainkan memang sudah diprogramkan jauh-jauh hari oleh Dinas Sosial Aceh melalui APBN Kementerian Sosial RI,” tukasnya.

Menurut Alhudri, tidak ada dalam sejarah pembangunan dapat dilakukan seketika tanpa perencanaan yang harus dilakukan jauh-jauh hari. Demikian juga dengan pembangunan rumah KAT tersebut. Bahkan, beber dia, pihaknya setahun sebelumnya, sudah melakukan survei lokasi di Desa Sikundo untuk pembangunan rumah KAT itu.

Pemerintah Aceh, papar Kadinsos Aceh, tidak pernah menutup mata dalam upaya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial seluruh masyarakat. Hanya saja, ucapnya, pemerintah membutuhkan waktu untuk menyusun itu semua. “Ini merupakan salah satu program ‘Aceh Hebat’ dalam menjangkau pembangunan daerah tertinggal. Jika tahun ini di sini, tahun depan kita perhatikan di daerah lain lagi,” tandasnya.

Resmikan listrik
Pada bagian lain, Alhudri menerangkan, bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah KAT, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga akan melakukan penyalaan listrik bantuan PLN di Desa Sikundo. “Selama ini, desa tersebut memang belum pernah ada listrik. Alhamdulillah, bersamaan dengan pembangunan rumah KAT, ini juga masuk listrik,” ungkapnya.

Terima Bantuan CSR
Lebih lanjut, Kadinsos Aceh, Alhudri membeberkan, selain pembangunan rumah KAT dan penyalaan listrik, Desa Sikundo juga mendapat bantuan toilet (WC) dari dana CSR PT Mifa Bersaudara melalui Forum CSR Kessos. “Pembangunan WC itu diserahkan kepada pihak desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tolong dibangun dengan benar, segala kendala silakan hubungi langsung bapak ini,” pesan Alhudri kepada masyarat Sikundo sambil menunjuk pihak Mifa.

Dalam kunjungan untuk persiapan peletakan batu pertama pembangunan rumah KAT di Desa Sikundo itu, Kadinsos Aceh, Alhudri didampingi Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dadek, dan Kepala Dinas ESDM, Mahdinur, serta penasehat khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial, Fauzan Azima.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved