Bank Aceh dan PLUT KUMKM Aceh Besar Latih Perajin Keumamah Buat Nugget

“Kami dari Bank Aceh Syariah siap mendukung usaha ini, termasuk dari sektor pembiayaan untuk modal usaha,..."

Bank Aceh dan PLUT KUMKM Aceh Besar Latih Perajin Keumamah Buat Nugget
For serambinews.com
Pemimpin KPO Bank Aceh Syariah Banda Aceh, Fadhil Ilyas, menyerahkan peralatan pengolahan nugget dan abon ikan kepada ketua kelompok pelatihan manajemen usaha dan pengolahan hasil perikanan di UD Tuna, Lampulo, Banda Aceh, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Mursal Ismail | Banda Aceh

Bank Aceh dan PLUT KUMKM Aceh Besar

Latih Perajin Keumamah Buat Nugget

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 20 perajin ikan keumamah dari Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dilatih membuat nugget dan abon ikan di UD Tuna, Lampulo, 16-18 Juli 2019.

Kegiatan ini diadakan dalam pelatihan manajemen usaha dan pengolahan hasil perikanan oleh pihak Bank Aceh Syariah bekerja sama Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Aceh Besar.

Baca: Caleg DPRD Terpilih Digugat Karena Fotonya Terlalu Cantik dan Kalahkan Mantan Istri TGB

Pemimpin Kantor Pusat Operasional (KPO) Bank Aceh Syariah Banda Aceh, Fadhil Ilyas, seusai membuka acara ini, Selasa (16/7/2019), kepada Serambinews.com mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan para perajin ikan keumamah itu, selain tetap mempertahankan ikan kayu tersebut yang sudah menjadi ciri khas Lampulo ini, juga dapat memanfaatkan ikan laut yang mudah didapat di Lampulo untuk bisa diolah menjadi nugget dan abon.

“Kami dari Bank Aceh Syariah siap mendukung usaha ini, termasuk dari sektor pembiayaan untuk modal usaha, jika diperlukan sebagaimana harapan Wakil Ketua Kadin Aceh, Bapak Muhammad Mada atau Cek Mada dalam sambutannya saat acara ini tadi,” kata Fadhil Ilyas.

Baca: Ada Gerhana Bulan Parsial Dini Hari Ini, Warga Aceh Dapat Saksikan Selama Tiga Jam

Cek Mada dalam sambutannya saat acara itu mengharapkan Bank Aceh selain memperbanyak pelatihan untuk pelaku UMKM seperti ini, juga mempermudah pembiayaan, sehingga untuk modal usaha, mereka tak perlu terjerat pinjaman dari rentenir yang bunganya sangat mencekik, yakni mencapai 20 persen, seperti kerap terjadi untuk pelaku UMKM di Aceh selama ini.

“Oleh karena itu, kita juga meminta Pemerintah Aceh untuk membentuk Tim Satgas Anti-Rentenir, di samping melanggar syariat Islam di Aceh, praktik rentenir ini juga sangat mencekik pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal usaha,” kata Cek Mada.

Baca: Rp 2 Triliun Anggaran Aceh Tak Bisa Dipakai Tahun Ini, Ini Penyebabnya

Sedangkan Kepala PLUT KUMKM Aceh Besar, Zahri SH, mengucapkan terima kasih kepada pihak Bank Aceh, yang sudah bersedia bekerja sama dengan pihaknya dalam memberikan berbagai pelatihan kepada pelaku UMKM di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ia berharap melalui pelatihan ini, warga Lampulo tak hanya bisa memanfatkan ikan laut yang terkadang melimpah itu untuk keumamah, namun juga bisa diolah menjadi nugget dan abon.

Baca: Izin Ormas FPI Terancam Tak Diperpanjang, Ini Alasan Pemerintah dan Tanggapan FPI

“Apalagi Lampulo ini menjadi salah satu destinasi wisata di Banda Aceh, sehingga setidaknya semua produk itu bisa dijual kepada wisatawan, di samping bisa diekspor tentunya. Oleh karena itu, peserta juga dilatih pengelolaan keuangan, di samping kami juga siap memfasilitasi pembiayaan modal usaha dari Bank Aceh untuk mereka, jika memerlukan,” kata Zahri.

Acara ini tadi pagi ditandai penyerahan peralatan pengolahan abon dan nugget dari Bank Aceh Syariah oleh Fadhil Ilyas dan diterima Pemilik UD Tuna yang juga ketua kelompok pelatihan ini, Fauziah didampingi Ningsih mewakili Keuchik Lampulo. (*)

Penulis: Mursal Ismail
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved