Bendung Karet Mulai Diperbaiki

Kebocoran bendung karet Krueng Aceh di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar

Bendung Karet Mulai Diperbaiki
SERAMBI/HERIANTO
BENDUNGAN karet yg bocor dalam pekerjaan perbaikan di Lambaro, Aceh Besar, Senin (15/7). 

BANDA ACEH - Kebocoran bendung karet Krueng Aceh di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sejak Minggu (14/7) mulai diperbaiki oleh teknisi yang didatangkan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh.

Sejumlah pekerja mulai membersihkan bagian luar bendung karet yang bocor akibat dihantam kayu yang terbawa banjir tahun lalu, mau diperbaiki. Pekerjaan perbaikan bendung itu diawasi langsung petugas PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Di dekat lokasi bendungan juga terdapat dua unit beko untuk mendukung pekerjaan perbaikan tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, Jaya Sukarno menjelaskan, perbaikan bendung sudah masuk tahap pembersihan bendung karet yang akan ditambal. “Sekarang sedang membersihkan bendungan dari kotoran. Tahap pertama adalah pengeringan air sungai di sekitar bendungan karet yang mau ditambal,” katanya kepada Serambi, Senin (15/7).

Setelah kedua tahapan itu selesai, kata Jaya Sukarno, dilanjutkan ke tahap pembersihan bagian bendungan karet yang koyak agar bisa ditambal dengan lembaran karet bendung lain. Dijelaskan, sistem kerja penambalan bendung karet ini hampir sama dengan menambal ban bocor. Di mana, bagian yang bocor harus digosok dulu dengan amplas atau kertas pasir. Setelah itu baru dioleskan lem perekat dan kemudian ditempel lembaran karet lunak lalu dipanaskan.

Untuk menempelkan lembaran karet ke bagian bendung yang koyak, tambah Jaya, dibutuhkan keahlian khusus. Waktu penambalan, tidak boleh hujan, atau banjir. Karena jika terkena air, lemnya tidak mau lengket. “Setelah itu baru dilakukan pemenasan agar karet tempelan dengan bendung bisa merekat erat. Sehingga saat diisi udara, bendung karet tersebut menggelembung kembali,” jelasnya.

Jaya Sukarno menambahkan, penambalan itu hanya bersifat sementara. Karena jika tertusuk benda keras yang dibawa air, bendung karet itu bisa koyak lagi. Agar penyediaan air baku bagi kebutuhan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh dan Tirta Mountala Aceh Besar, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh pada tahun 2020, Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, akan membangun Water Treatament Plant di Leupung/Loknga dengan kapasitas 400 liter/detik.

Sumber air diambil dari air sungai di kawasan Kecamatan Leupung yang kualitas airnya lebih baik dari air baku yang diambil dari Krueng Aceh. “Anggaran untuk pembangunannya, sudah masuk dalam RAPBN 2020,” tandasnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, Jaya Sukarno menambahkan, pihaknya akan segera mendisain bendungan baru yang terbuat dari beton, bukan dari karet seperti yang ada sekarang.

“Bentuk bendungannya sedang dirancang. Tujuannya agar penyediaan air baku PDAM dari Krueng Aceh tetap tersedia. Bendungan baru itu nantinya dibangun didekat bendung karet sekarang, karena letaknya dekat dengan lokasi pengolahan air bersih di Lambaro dan Siron,” ujarnya.

Jika dibangun jauh dari lokasi pengolahan air, dipastikan operasional kedua PDAM itu tidak efisien dan efektif lagi. “Karena itu, kita sedang memikirkan untuk membuat bendungan baru sebagai pengganti bendung karet yang sudah tidak efektif lagi untuk penyediaan air baku PDAM,” ujar Jaya Sukarno.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved