BPBD Verifikasi Bangunan Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie melakukan verifikasi bangunan yang rusak diterjang badai

BPBD Verifikasi Bangunan Rusak
IST
ANGGOTA TNI/Polri dan warga melihat rumah di Kecamatan Muara Timur, Pidie, yang rusak diterjang badai. 

* Diterjang Badai pada Minggu (14/7)

SIGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie melakukan verifikasi bangunan yang rusak diterjang badai pada Minggu (14/7). Terjangan badai menghantam 29 unit rumah dan sekolah, termasuk rumah ibadah, tetapi belum ditetapkan masa tanggap darurat pasca bencana, seiring petugas masih mendata bangunan yang rusak berat atau ringan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Ir Dewan Ansari, Senin (15/7) mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pidie telah melakukan verifikasi terhadap rumah rusak diterjang badai. Dikatakan, mulai dari Kecamatan Simpang Tiga, Mutiara Timur sampai Mutiara dengan data sementara, rumah rusak di Simpang Tiga 29 unit, Mutiara Timur lima unit dan SDLB Negeri 1 di Mutiara.

Dikatakan, berdasarkan hasil verifikasi itu, akan dibuat laporan layak atau tidak untuk ditetapkan masa tanggap darurat kepada Bupati Pidie. Dewan Ansari mengatakan jika masa tanggap darurat direkomendasikan bupati, maka akan ddilaksanakan selama 14 hari, tetapi jika tidak selesai, maka dapat diperpanjang.

“Untuk rumah rusak ringan akan dibantu dalam bentuk material yang diberikan sesuai kebutuhan di lapangan. Tapi, untuk rumah rusak berat, kita akan koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Sebaliknya, kata, jika masa tanggap darurat tidak disetujui bupati, maka penanganan rumah rusak akan ditangani oleh Dinas Sosial Pidie. Ditambahkan, untuk permintaan tenda darurat, tergantung kepada camat. “Jika ada korban badai yang membutuhkan tenda, maka camat harus mengusulkan kepada BPBD,” jelasnya.

Sedangkan Keuchik Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, M Husen, mengatakan tiga rumah milik warganya rusak akibat diterjang angin kencang. Rumah tersebut milik Mazzafar M Saleh (27), Kamaruddin Sulaiman (45) dan Robi Sugara.

Disebutkan, rumah yang rusak berat milik Muzzafar M Saleh, akibat tertimpa pohon besar. Muzaffar bersama istrinya Masyitah (23) dan dua anaknya Muhammad Rafa Aska (3,5) dan Akhdan Fahri (1,5) mengungsi di rumah orangtua Muzzafar.

“Rumah Muzzafar akan kita tangani menggunakan dana gampong. Saat ini, material sudah kita beli untuk memperbaiki rumah warga miskin itu. Kita harus cepat tangani karena keluarga ini tidak ada tempat tinggal,” kata M Husen kepada Kalak BPBD Pidie, Dewan Ansari saat meninjau rumah Muzzafar di Gampong Tiba Mesjid, kemarin.

Dilansir sebelumnya, badai disertai hujan lebat melanda Kabupaten Pidie, Minggu (14/7) sekitar pukul 15.40 WIB. Akibatnya, 25 rumah di Kecamatan Simpang Tiga dan Mutiara Timur, rusak. Badai juga merubuhkan dua tiang listrik di Gampong Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, dan menerbangkan atap Masjid Az-Zikri, Kemukiman Mangki, kecamatan sama. Namun, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Data yang diperoleh Serambi dari warga dan sumber kepolisian, kemarin, menyebutkan, kerusakan rumah dominan terjadi pada atapnya akibat dibawa angin. Sebagian rumah rusak tertimpa pohon tumbang. Rumah rusak paling banyak berada di Kecamatan Simpang Tiga yaitu 24 unit dan satu unit lainnya di Kecamatan Mutiara Timur.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved