Kapolres Aceh Singkil Siap Tutup Hiburan Keybord Malam Hari, Razia Miras Terus Digenjarkan

Menurutnya jauh sebelum peristiwa penembakan yang dilakukan oknum anggotanya telah menyampaikan agar hiburan keyboard malam hari ditiadakan.

Kapolres Aceh Singkil Siap Tutup Hiburan Keybord Malam Hari, Razia Miras Terus Digenjarkan
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda mendukung kebijakan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid melarang hiburan keyboard pada malam hari di tempat pesta.

Menurutnya jauh sebelum peristiwa penembakan yang dilakukan oknum anggotanya telah menyampaikan agar hiburan keyboard malam hari ditiadakan.

Larangan tersebut harus tertuang dalam aturan sehingga menjadi dasar ketika polisi mengeluarkan izin keramaian.

"Kami sangat mendukung. Di Subulussalam yang juga bagian dari wilayah Polres Aceh Singkil sudah diterapkan, hiburan pesta hanya siang," ujar Argamuda, saat sampaikan perkembangan hasil penyelidikan kasus penembakan yang diduga dilakukan R oknum anggota Polres Aceh Singkil, Selasa (16/7/2019).

Begitu juga dengan razia tuak yang disinyalir kerap dikonsumsi sehingga menjadi pemicu keributan penonton keyboard akan lebih digencarkan lagi.

Baca: 15 Tahun Jadi Guru Honorer dan Tinggal di Toilet Sekolah, Nining Hanya Digaji Rp 350.000

Baca: Kasus Penembakan di Lokasi Pesta, Kapolres Aceh Singkil: Senjata Pelaku Dua Kali tak Meletus

Baca: Ini Dampak Negatif Game PUBG bagi Perkembangan Anak

"Kami siap basmi peredaran tuak dan penyakit masyarakat lainnya," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Ahmad Yani mengatakan, subuh tadi pihaknya menggelar razia tuak di feri dan pelabuhan.

Hal itu untuk menutup masuknya tuak dari luar, namun hasilnya nihil.

Selanjutnya pihaknya bersama Polres Aceh Singkil dan TNI akan menggelar razia tuak ke lokasi yang dicurigai.

"Perintah Pak Bupati kami laksanakan, tadi kami razia di kapal yang datang dari Nias. Kami juga akan menutup tempat-tempat yang dicurigai menjual tuak," kata Ahmad Yani.

Seperti diberitakan Dedi Kasih (19), warga Desa Sebatang, Gunung Meriah, meninggal akibat tertembak senjata R oknum Polres Aceh Singkil, saat menonton hiburan keyboard di pesta pernikahan di Sidorejo, Minggu (14/7/2019) dini hari.

Kejadian itu bermula dari kerusahan antarpenonton.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi yang disampaikan Kapolres Aceh Singkil, Andrianto Argamuda, penonton yang terlibat kerusuhan mengarah anarkis dalam kondisi mabuk.(*)

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved