Kasus Pembunuhan Pedagang Nasi Pecel di Ulee Kareng Banda Aceh Mulai Disidang, Lima Saksi Diperiksa

Dalam kasus itu, terdakwa Iskandar bin Alm Muhammad Daud yang tak lain pekerja pada warung korban diseret ke meja hijau

Kasus Pembunuhan Pedagang Nasi Pecel di Ulee Kareng Banda Aceh Mulai Disidang, Lima Saksi Diperiksa
kompas.com
Ilustrasi persidangan 

Kasus Pembunuhan Pedagang Nasi Pecel di Ulee Kareng Banda Aceh Mulai Disidang, Lima Saksi Diperiksa

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah lama tak terdengar perkembangannya, akhirnya kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) M Nasir (50) dan istrinya, Roslinda (47) yang berprofesi pedagang nasi pecel di Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Dalam kasus itu, terdakwa Iskandar bin Alm Muhammad Daud yang tak lain pekerja pada warung korban diseret ke meja hijau.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan sudah berlangsung pada Selasa (9/7/2019) lalu dan kemarin dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Baca: Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Piala Bergilir Pionir IX Kepada Menteri Agama di Malang

Ada lima saksi yang diperiksa majelis hakim Eti Astuti SH MH (ketua) dan dua hakim anggota Muzakkir H SH MH dan Nendi Rusnendi SH yaitu, satu orang pihak kepolisian, anak dan menantu korban, dan dua orang pekerja warung.

Dalam sidang itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Ramli Husen SH.

Di hadapan majelis hakim, para saksi menjelaskan hal-hal yang dilihat saat kejadian terjadi.

Ramli Husen kepada Serambinews.com mengatakan, anak korban Aina Riani menerangkan bahwa almarhum ayahnya semasa hidup memang keras, termasuk dalam mendidik anak-anaknya.

“Kalau salah dimarahi terus,” kata Ramli mengutip pernyataan saksi Aina.

Baca: Korban Kecelakaan Lalu Lintas Harus Miliki Surat Diterbitkan Polisi Saat Berobat Dengan BPJS

Sementara motif pembunuhan pasutri penjual pecel tersebut diketahui karena terdakwa merasa sakit hati kepada korban.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa membunuh korban secara sadis dengan cara membacok menggunakan sebilah parang karena sering dimarahi oleh korban.

Perbuatan terdakwa dibidik dengan Pasal 340 KUHPidana atau Pasal 338 KUHPidana.

Setelah memeriksa saksi, majelis hakim mengakhiri sidang dan melanjutkan pada Kamis (18/7/2019). (*)  

Baca: Ada Gerhana Bulan Parsial Dini Hari Ini, Warga Aceh Dapat Saksikan Selama Tiga Jam

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved