Info Pendidikan Aceh Besar

Memadukan Kurikulum Nasional dengan Dayah

Idealnya orang-orang yang disiapkan menjadi imam tidak cukup hanya menghafal Alquran, tapi juga harus mampu memahami kitab kuning

Memadukan Kurikulum Nasional dengan Dayah
MEDIA CENTER ACEH BESAR
-- FAHKRUDDIN S.AG MA, Kepala Sekolah Al Fauzul Kabir “Idealnya orang-orang yang disiapkan menjadi imam tidak cukup hanya menghafal Alquran, tapi juga harus mampu memahami kitab kuning, minimal mereka paham hukum shalat dan permasalahan fiqih lainnya.” 

SERAMBINEWS.COM,- Kepala Sekolah Al Fauzul Kabir, Fahkruddin S.Ag MA mengatakan, tahun ini mereka sudah menerima 100 orang santri untuk tahun ajaran baru 2019/2020. Selain itu, saat ini di sekolah tersebut juga masih ada santri kelas II dan III yang berjumlah 40 orang. Namun mereka yang 40 orang belum masuk program Pemkab Aceh Besar.

Meskipun baru menampung 140 siswa, namun pesantren Fauzul Kabir ini memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung 600 orang santri. Selain itu, terdapat juga 16 ruang kelas, dapur umum, hingga aula. Sedangkan untuk hafalan Alquran dan shalat, santri menggunakan Masjid Al Munawarah yang berada dalam satu area. Karena sejak awal didirikan pesantren Fauzul Kabir ini memang untuk memakmurkan masjid kebanggan warga Jantho tersebut. “Jadi dengan asrama berkapsitas 600 orang, kalau semua desa mengirim santri, maka sekolah ini akan sanggup menampungnya,” ujar Fahruddin.

Baca: SPT, Mencetak Hafiz yang Teknokrat

Ia menjelaskan, santri baru yang diterima tahun semuanya laki-laki, hal itu sesuai dengan tujuan Pemkab Aceh Besar yang ingin menciptakan satu desa satu hafiz untuk dijadikan imam desa. Jika dulu sekolah itu menerima santri secara acak, maka sejak dimulai program Pemkab Aceh Besar ini, santrinya akan diterima berdasarkan perwakilan setiap desa di Aceh Besar.

Fahkruddin menceritakan, pesantren dan sekolah Fauzul Kabir itu sudah berdiri sejak tahun 1990, dengan dua madrasah yaitu MTs dan MA yang berada di bawah Kementerian Agama RI. Namun pada 2016, sekolah diubah dari MTs menjadi SMP yang berada di bawah Pemkab Aceh Besar, sedangkan MA ditiadakan.

Baca: Beasiswa dan Bebas Tes Masuk PT

Kemudian 2019, diterapkan program tahfiz Pemkab Aceh Besar untuk program menciptakan generasi insan qurani dan berkarakter Islami.

Ia merincikan aktivitas santri di Fauzul Kabir, kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dinihari, santri bangun untuk shalat malam, lalu dilanjutkan dengan hafalan Alquran hingga masuknya waktu subuh. Kemudian hafalan dilanjutkan hingga pukul 06:30 WIB.

Paginya, santri masuk sekolah dan belajar reguler pukul 08:00 WIB hingga masuknya shalat Dzuhur. Kemudian pukul 15:00 WIB mereka kembali menghafal hingga jelang magrib. Namun pada hari-hari tertentu waktu sore dimanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Malamnya, hafalan Alquran akan dimulai setelah Shalat Magrib hingga pukul 22:00 WIB.

Baca: Pendidikan Terpadu Ciptakan Generasi Kuat

Sebelumnya, Fauzul Kabir memiliki 16 guru dan pembimbing asrama. Namun setelah adanya program Pemkab Aceh Besar, ada penambahan delapan guru tahfiz dan empat guru mata pelajaran. Sehingga saat ini Fauzul Kabir sudah memiliki 16 guru, baik yang mengajar tahfiz maupun pelajaran reguler.

Selain kurikulum nasional, mereka juga akan menjalankan kurikulum dayah, yaitu dengan belajar membaca kitab kuning dan belajar ilmu agama lainnya. “Karena idealnya orang-orang yang disiapkan menjadi imam tidak cukup hanya menghafal Alquran, mereka juga harus mampu memahami kitab kuning, minimal mereka paham hukum shalat dan permasalahan fiqih lainnya,” ujar Fahkruddin.(*)

Pimpinan dan Guru Tahfiz Fauzul Kabir (antara lain)
1. Fahkruddin S.Ag MA (alumni IAIN Ar-Raniry), Kepala Sekolah
2. Tgk. Iskandar (alumni Thailand), Pimpinan Dayah
3. Rafiki (alumni MUQ Pagar Air), Guru Tahfiz
4. Ismu Haidar (alumni MUQ Pagar Air), Guru Tahfiz
5. M. Al Farizi (alumni Keutapang/Temboro), Guru Tahfiz
6. Yasir Aulia (alumni MUQ Pagar Air), Guru Tahfiz
7. Muhammad Isra (alumni Pulau Penyengat Batam), Guru Tahfiz

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved