Membelah Hutan, Memerdekakan Desa

SEKELOMPOK pria bertubuh kekar bermandi peluh. Kulitnya menghitam terbakar sorot matahari tepat

Membelah Hutan, Memerdekakan Desa
SERAMBI/DEDE ROSADI
PRAJURIT TNI meratakan tanah merah untuk membentuk badan jalan penghubung Desa Gunung Lagan dengan Suka Makmur, Gunung Meriah, Aceh Singkil dalam program TMMD Ke-105 jajaran Kodim 0109/Singkil, Sabtu (13/7). 

SEKELOMPOK pria bertubuh kekar bermandi peluh. Kulitnya menghitam terbakar sorot matahari tepat di atas ubun-ubun. Bekerja di cuaca panas tengah musim kemarau sungguh menguras banyak tenaga.

Mengurangi gerah, sebagian lelaki berkaus loreng itu buka baju. Setapak demi setapak langkah kaki mengimbangi ayunan cangkul, sekop, dan tangan telanjang memindahkan tumpukan tanah merah untuk membentuk badan jalan.

Bekerja manual, namun hasilnya cukup memuaskan. Lantaran dikerjakan kompak, serempak, dan penuh disiplin. Maklum harus menyelesaikan target pekerjaan sesuai tenggat waktu yang diberikan sang komandan.

Para lelaki tangguh tersebut adalah prajurit TNI yang terlibat pembukaan badan jalan penghubung Desa Gunung Lagan dengan Desa Suka Makmur, kawasan Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Pembuatan badan jalan itu merupakan program fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 di jajaran Kodim 0109/Singkil.

Siang itu, Sabtu 13 Juli 2019, hari keempat pembukaan badan jalan di areal hutan muda dan kebun sawit warga. Kendati sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, namun ayunan cangkul belum berhenti demi menuntaskan target. Setelah sang komandan memerintahkan istirahat, barulah cangkul lepas dari genggaman. “Ayo kita beli kelapa muda, kumpul uangnya,” teriak seorang prajurit sambil mengeluarkan uang pecahan Rp 10.000 disambut kawan-kawannya sembari mengeluarkan lembaran pecahan uang yang sama.

Rasakan kemerdekaan
Pembukaan badan jalan sepanjang 2.580 meter itu disambut antusias petani di sana. Sebab, petani kini tak lagi kesulitan membawa hasil pertanian mereka, terutama tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menuju pabrik. Apalagi, dengan bisa masuknya kendaraan roda empat akan mengurangi ongkos angkut. Sebelumnya, petani harus berjalan kaki mengangkut kelapa sawit menggunakan gerobak dorong yang dalam bahasa setempat disebut ‘angkong’ menuju jalan besar.

Musim penghujan petani lebih menderita lagi. Penyebabnya hasil pertanian tidak bisa dibawa ke luar. “Kadang sampai tiga hari, sawit yang sudah dipanen dibiarkan menumpuk. Pokoknya susah kalau sudah musim hujan, mana pacetnya besar-besar lagi,” kata Kepala Desa Gunung Lagan, Maya Sari.

Awalnya, sebut Maya, masyarakat seolah tak percaya ketika mendapat pemberitahuan ada program TMMD berupa pembukaan badan jalan di wilayahnya. Maklum, meski sudah lama mengidamkan, namun impian warga di sana tak kunjung terkabul. Tak heran, begitu diberitahu, warga dengan suka rela menyerahkan sebagian tanahnya yang terkena jalur untuk dijadikan badan jalan.

Keuchik bertubuh kekar yang namanya mirip perempuan itu menyatakan, sudah lama dirinya berjuang agar jalan penghubung dengan Desa Suka Mamur terbuka, sayang belum membuahkan hasil. Sehingga masuknya program TMMD itu sangat membahagiakan dirinya dan juga warga. “Malah, kata warga inilah baru merdeka setelah sekian lama,” ujar Maya Sari sumringah.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Singkil, Sazali mengatakan, pembukaan badan jalan Gunung Lagan ke Suka Makmur dapat menjadi daya ungkit pergerakan ekonomi di daerahnya yang masih menyandang status daerah termiskin di Aceh. “Saya menyampaikan terima kasih karena pembukaan jalan melalui program TMMD dapat menggerakan ekonomi masyarakat,” ucap Sazali.

Pernyataan Sazali bukan tanpa alasan karena truk pengangkut kelapa sawit langsung bisa melintas begitu prajurit TNI mulai melakukan pengerasan di sebagian badan jalan yang telah terbentuk. Warga pun tak sabar menanti pembukaan dan pengerasan badan jalan yang melintasi kebun kelapa sawit, karet, dan hutan muda milik mereka, segera tuntas.

Sebelumnya, Dandim 0109/Singkil, Letkol Syaifudin menerangkan, TMMD itu berlangsung mulai 10 Juli sampai 8 Agustus. Sasaran fisiknya adalah pembukaan dan pengerasan badan jalan sejauh 2.580 meter, pembuatan dua unit jembatan, dan tiga gorong-gorong, serta talut.

Selain sasaran fisik, pihaknya juga melakukan program nonfisik seperti penyuluhan narkoba, kesehatan, bela negara, dan pertanian. Kemudian menggelar pasar murah, pembagian alat penetas telur, pengobatan massal, dan donor darah. “Tujuan TMMD ini adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukas Letkol Syaifudin.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved