Info Pendidikan Aceh Besar

Targetnya Mampu Menghafal 30 Juz Alquran

Al Fauzul Kabir akan menjalankan kurikulum yang sama seperti sekolah tahfiz lainnya. Para santri ditargetkan mampu menghafal 30 juz Alquran

Targetnya Mampu Menghafal 30 Juz Alquran
MEDIA CENTER ACEH BESAR
-- Prof. Dr. Mustanir MSC, Ketua Tim Komite Al Fauzul Kabir “Al Fauzul Kabir akan menjalankan kurikulum yang sama seperti sekolah tahfiz lainnya. Para santri ditargetkan mampu menghafal 30 juz Alquran dalam jangka waktu tiga tahun.” 

SERAMBINEWS.COM,- Ketua Tim Komite Fauzul Kabir, Profesor Dr Mustanir MSc menyampaikan, bahwa awalnya program ini merupakan ide Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali untuk menghidupkan kembali Fauzul Kabir dan melahirkan generasi islami dari lembaga pendidikan yang sudah berdiri sejak 90-an itu.

Mustanir yang juga Kepala MPD Aceh Besar ini mengatakan, program ini juga merupakan bagian dari realisasikan janji kampanye Mawardi-Waled Husaini, yang ingin menciptakan satu desa satu hafiz di Aceh Besar.

Baca: SPT, Mencetak Hafiz yang Teknokrat

Selain itu, Fauzul Kabir yang merupakan sekolah milik Pemkab Aceh Besar selama ini dinilai kurang maksimal eksistensinya. Padahal sekolah tersebut sudah memiliki fasilitas lengkap mulai asrama, ruang belajar, dapur umum, hingga aula.

“Dengan kita aktifkan program ini, investasi pemerintah yang sudah banyak dilakukan di Fauzul Kabir ini dapat bermanfaat kembali buat masyarakat Aceh Besar,” ujarnya.

Dengan program hafiz di Fauzul Kabir ini diharapkan akan kembali menghidupkan suasana Masjid Al Munawarah, selaku Masjid Agung Aceh Besar. Karena Fauzul Kabir ini berada dalam satu kompleks dengan Masjid Al Munawarah. “Jadi santri Fauzul Kabir ini dapat menyemarakkan suasana Masjid Al Munawarah, nanti mereka mengaji di masjid itu, menjadi jamaah hingga menjadi muazzin,” ujarnya.

Baca: Beasiswa dan Bebas Tes Masuk PT

Program ini juga dapat menghidupkan suasana Kota Jantho, yang selama ini cenderung sepi. Dengan adanya sekolah besar di Jantho maka akan mengundang banyak orang berkunjung ke ibu kota Aceh Besar ini, terutama dari kalangan keluarga santri.

Prof Mustanir menjelaskan, santri yang belajar tahfiz di Fauzul Kabir memang perwakilan semua desa di Aceh Besar. Meskipun pada tahun pertama ini belum semua desa terwakili, karena mereka hanya menerima 100-an santri, sedangkan di Aceh Besar ada sekitar 500-an desa. Seiring berjalannya waktu, Pemkab Aceh Besar dan pihak Fauzul Kabir akan terus mengupayakan agar semua desa mengirimkan santrinya ke sekolah tersebut.

Baca: Pendidikan Terpadu Ciptakan Generasi Kuat

Apalagi, kata Prof Mustanir, selama belajar di Fauzul Kabir semua kebutuhan dan biaya akan ditanggung oleh Pemkab Aceh Besar. Sehingga akan sangat meringankan keluarga santri tersebut.

Terkait kurikulum, Al Fauzul Kabir akan menjalankan kurikulum yang sama seperti sekolah tahfiz lainnya. Para santri ditargetkan mampu menghafal 30 juz Alquran dalam jangka waktu tiga tahun. Para lulusan Fauzul Kabir nanti juga dapat melanjutkan pendidikan lebih tinggi dengan modal hafalan Alquran.

Baca: Memadukan Kurikulum Nasional dengan Dayah

Apalagi, lanjut Mustanir, saat ini banyak perguruan tinggi nasional yang menawarkan program khusus/beasiswa khusus hafiz. “Harapan kita mereka dapat masuk ke perguruan tinggi unggulan, jadi dengan karakter bagus yang sudah terbentuk di Fauzul Kabir dapat dikembangkan hingga menjadi ahli hukum maupun insinyur dan lainnya,” ujarnya.

Harapannya, saat para lulusan kembali ke desa, mereka sudah menjadi orang dengan ilmu pengetahuan tinggi dan sukses. Mustanir berharap program ini mendapat dukungan dari semua masyarakat Aceh Besar dan akan berlanjut hingga jangka panjang. (*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved