Tumbo Baro Terima Tiga Persil Tanah Wakaf

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar, selasa (16/7) melakukan prosesi aqad ikrar tanah wakaf sebanyak 3 persil...

Tumbo Baro Terima Tiga Persil Tanah Wakaf
For Serambinews.com
Prosesi penyerahan tanah wakaf dilakukan oleh tiga orang pemberi wakaf dan diterima oleh Tgk M Syafari SPdi MSi selaku nazhir dan imam meunasah Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (16/7/2019). 

Tumbo Baro Terima Tiga Persil Tanah Wakaf

Laporan Jalimin | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, KOTA JATHO - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/7/2019) melakukan prosesi aqad (ikrar) tanah wakaf sebanyak tiga persil dari warga masyarakat untuk kemakmuran Meunasah Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, di kantor KUA setempat.

Tiga persil tanah wakaf terdiri dari 2 lahan sawah dengan luas 1.164 meter persegi dan 410 meter persegi serta satu lahan seluas 410 meter persegi yang merupakan wakaf bersama untuk perluasan tanah lingkungan meunasah.

Prosesi penyerahan tanah wakaf dilakukan oleh tiga orang pemberi wakaf (wakif) dan diterima oleh Tgk M Syafari SPdi MSi selaku nazhir dan imam meunasah.

Turut di saksikan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, H Khalid Wardana MSi, Kepala KUA Kuta Malaka Murtadha SAg, Ketua Tuha peut Tumbo Baro, Drs Bustaman dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dengan bertambahnya tiga persil tanah wakaf, maka di Gampong Tumbo Baro sampai saat ini terdapat 29 persil tanah wakaf yang telah di kelola secara produktif terutama lahan untuk pertanian, pendidikan, peribadatan, peternakan dan berbagai unit usaha ekonomi gampong.

Baca: Dua Siswa SMP Banda Aceh Lolos Ke O2SN Tingkat Nasional

Baca: Menwa Kampus se-Aceh Ikut Pelatihan Dasar di Lanud SIM

Baca: Bupati Aceh Timur, Hasballah HM Thaib Evaluasi Disiplin ASN

Kasi Bimas Islam Kemenag (Kemenag) Aceh Besar, H Khalid Wardana MSi mengatakan, Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Besar mengajak seluruh warga masyarakat untuk terus menggelorakan semangat berwakaf, apalagi di zaman modernisasi ini sudah sangat jarang ditemui warga yang mau mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum.

Padahal, kata Khalid Wardana, tanah wakaf memiliki dimensi mamfaat yang sangat luar biasa apabila dikelola secara produktif dan profesional, sedangkan untuk wakif (orang yang mewakafkan tanah) akan terus menerus mengalir pahalanya.

Ia juga mengimbau kepada para nazhir, imam masjid, meunasah dan tokoh tokoh masyarakat untuk mengurus legalitas tanah wakaf dengan membuat akta ikrar wakaf (AIW) di kantor KUA.

"Masih banyak tanah wakaf yang tidak memiliki dokumen AIW bahkan sering terjadi persengketaan dalam kepemilikan dalam masyarakat," ujar Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, H Khalid Wardana MSi.(*)

Penulis: Jalimin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved