GeRAK: Mantan Wali Kota Subulussalam Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Aset Pendopo

Hasil audit Inspektorat Subulussalam terhadap penggadaan aset pendopo tahun 2014-2018, lanjut Hayatuddin, kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar lebi

GeRAK: Mantan Wali Kota Subulussalam Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Aset Pendopo
SERAMBINEWS.COM/Masrizal
Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung bersama tim menyerahkan dokumen dugaan pengelapan aset Pendopo Wali Kota Subulussalam kepada Aspidsus Kejati Aceh T Rahmatsyah di ruang kerjanya, Banda Aceh, Rabu (17 /7 /2019). 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - LSM Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh menduga mantan wali kota Subulussalam periode 2014-2018, MS terlibat dalam kasus dugaan penggelapan aset pendopo wali kota setempat.

Hal itu disampaikan Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung sebelum menyerahkan laporan terkait kasus tersebut kepada Aspidsus Kejati Aceh T Rahmatsyah, Rabu (17/7/2019).

"Kami menduga ada tiga oknum yang terlibat dalam perkara ini. Namun hasil pendalaman Kejaksaan bisa saja bertambah," katanya.

Selain MS, sebut Hayatuddin, dua orang lainnya adalah mantan Sekda berinisial D dan Kabag Umum Setdako berinisial THA.

"Kita berharap Kejati bisa mengungkapnya sesuai tupoksinya karena mungkin ada pihak-pihak lain juga yang terlibat. Karena kasus seperti ini langka terjadi di Aceh," ujarnya.

Baca: Bagaimana Asal-usul Jenglot? Makhluk Mistis yang Haus Darah Satu Tetes Setiap Hari

Baca: Bupati dan Kapolres Aceh Singkil Berdoa Bersama di Rumah Korban Penembakan

Baca: Pengakuan Mantan Pemain Game PUBG di Depan Ulama Aceh, Tak Pernah Baca Alquran dan Shalat Jamaah

Hayatuddin menyampaikan laporan ini perlu pendalaman dari Kejaksaan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Kami menduga ada unsur sengaja dalam penggelapan aset," ujarnya.

Hasil audit Inspektorat Subulussalam terhadap penggadaan aset pendopo tahun 2014-2018, lanjut Hayatuddin, kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Aset yang diduga hilang bervariasi mulai dari sofa, seprei, tikar, kipas angin, dan lain-lain.

"Hasil dari investigasi GeRAK dan hasil audit Inspektorat (Subulussalam), Pendopo Subulussalam memiliki 354 aset, tapi sekarang tersisa 90 aset. Sedangkan 264 aset dinyatakan hilang," kata Hayatuddin.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved