Gundukan Tanah Depan Masjid Jamik Luengbata Bahayakan Pengguna Jalan

Ia meminta jangan 'berlindung' di bawah sesuatu yang mengatasnamakan kepentingan publik, tapi tidak mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamat

Gundukan Tanah Depan Masjid Jamik Luengbata Bahayakan Pengguna Jalan
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Foto saat masih ada rambu-rambu kerucut yang ditempatkan di sekitar gundukan tanah dan foto saat ini yang sudah tidak ada lagi rambu-rambu kerucut yang dinilai membahayakan pengguna Jalan Angsa, Gampong Luengbata, Banda Aceh, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gundukan tanah bekas penggalian di sisi kiri depan Masjid Jamik Luengbata, Banda Aceh, membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Angsa, Gampong Luengbata, Kecamatan Luengbata, Kota Banda Aceh itu.

"Gundukan tanah ini sudah dibiarkan begini saja kurang lebih sebulan lalu. Kami sendiri tidak tahu, apa pekerjaannya masih dilanjutkan, apa sudah selesai," ujar Rachmadi, pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalan tersebut, Rabu (17/7/2019).

Baca: Kesadaran Kampus di Aceh Salurkan Zakat Melalui Baitul Mal Masih Minim

Baca: Ini Jenis Obat Kuat Pria di Ranjang yang Beredar Ilegal di Pasaran, Termasuk Hajar Jahanam Mesir

Baca: Dapat Kritikan Karena Kartu Menu Bertulis Tangan, Garuda Indonesia Laporkan 2 YouTuber ke Polisi

Sebelumnya, di lokasi sekitar gundukan tanah bekas galian tersebut ada ditaruh semacam kerucut (rambu-rambu-red), sehingga mudah bagi pengguna jalan mengetahui ada gundukan tanah di depan, karena rambu kerucut warna orange itu mengirim pantulan dari lampu kendaraan bila malam hari.

Namun, belakangan rambu tersebut sudah tidak ada lagi, apa sudah dipindahkan atau sudah hilang, Rachmadi mengaku tidak tahu.

"Dengan kondisi gundukan tanah yang dibiarkan terbentang begitu saja di jalan sangat membahayakan pengguna jalan. Seharusnya kalau pekerjaan belum selesai, tolong dibuat penandanya, agar pengguna jalan berhati-hati di malam hari, terutama pengendara sepeda motor agar tidak terjebak," sebutnya.

Begitu juga kalau pekerjaan memang sudah selesai dilaksanakan, dia meminta segera dibersihkan sebelum jatuh korban.

"Saya sendiri pernah terjebak di gundukan tanah ini. Tapi, masih syukur kecepatan sepeda motor tidak tinggi. Tapi, terkait apa ada orang lain yang sudah menjadi korban, saya tidak tahu apa ada orang lain," jelas Rachmadi.

Ia pun meminta jangan 'berlindung' di bawah sesuatu yang mengatasnamakan kepentingan publik, tapi tidak mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.

"Saya sendiri tidak begitu tahu, gundukan tanah yang ditinggalkan ini bagian dari pekerjaan apa. Intinya penanggung jawab dari pekerjaan ini harus membersihkan gundukan tanah ini kalau memang pekerjaan sudah selesai. Kami, juga bisa membersihkannya, tetapi kami tidak tahu status pekerjaan ini apa sudah selesai atau belum," demikian Rachmadi.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved