Kasus Selundupan Sabu 70 Kg, Napi Tanjung Gusta Medan Jalani Sidang Perdana di PN Lhoksukon

Napi tersebut adalah R yang terlibat dalam kasus penyelundupan 70 kilo sabu dan tiga kilo ekstasi

Kasus Selundupan Sabu 70 Kg, Napi Tanjung Gusta Medan Jalani Sidang Perdana di PN Lhoksukon
FOR SERAMBINEWS.COM
Ramli (55) napi asal Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur menjalani sidang perdana kasus penyulundapan sabu 70 kilogram dan ekstasi 3 kilogram di PN Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (16/7/2019). 

Kasus Selundupan Sabu 70 Kg, Napi Tanjung Gusta Medan Jalani Sidang Perdana di PN Lhoksukon 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Narapidana (napi) lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan pada Selasa (16/7/2019) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Sidang beragendakan mendengar materi dakwaan tersebut dibuka T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Maimunsyah SH dan Fitriani SH.

Napi tersebut adalah R yang terlibat dalam kasus penyelundupan 70 kilo sabu dan tiga kilo ekstasi.

Baca: Begini Proses Kasus Sabu 70 Kg dan Ekstasi Tiga Kg yang Ditangkap BNN di Aceh Utara

Ini adalah yang kedua kalinya bagi Ramli menjalani sidang di PN tersebut.

Sebelumnya, Ramli divonis hakim PN Lhoksukon pada 10 September 2015 dengan penjara seumur hidup bersama tersangka lainnya.

Ketika itu ia terlibat dalam kasus penyelundupan 14,4 kg dari Malaysia ke Aceh Utara melalui perairan Jambo Aye bersama istrinya Nani dan tiga tersangka lainnya.

Ia dipindahkan ke Tanjung Gusta pada 25 April 2016, setelah menjalani hukuman di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon karena selain over kapasitas.  

Baca: Kasus Pembunuhan Pedagang Nasi Pecel di Ulee Kareng Banda Aceh Mulai Disidang, Lima Saksi Diperiksa

Dalam sidang kali ini dia didampingi dua pengacaranya Abdul Aziz SH dan Razali Amin SH.

Ia  terlibat kasus penyelundupan tersebut bersama anak, Metaliana (28) dan menantunya dan sekaligus suami Metaliana, yaitu Muhammad Zubir (28).

Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Saiful Bahri alias Pon (29), dan Muhammad Zakir (23), keduanya warga Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai, menggagalkan upaya penyelundupan 70 kg narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara dalam sebuah operasi gabungan di Lhoksukon, Aceh Utara pada 10 Januari 2019.

Dalam penelusuran lebih lanjut terungkap sabu dan ekstasi itu milik bandar besar bernama Ramli, napi asal Aceh yang ditahan di LP Tanjung Gusta, Medan.(*)

Baca: Tersandung Narkoba, Empat Anggota Polres Pidie Terancam di PTDH

Penulis: Jafaruddin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved