Koreksi Target, atau ‘Aceh Hebat’ Gagal!

Pemerintah Aceh disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Rencana Pembangunan Jangka

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022, yaitu dengan mengoreksi target-target yang ingin dicapai dan program-program yang akan dilaksanakan.

Jika evaluasi ini tidak dilakukan, maka capaian pembangunan pada tahun-tahun berikutnya bakal ikut terkoreksi dan pada akhirnya program ‘Aceh Hebat’ yang dicanangkan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah dalam lima tahun kepemimpinannya juga akan gagal tercapai sesuai target.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRA, Nurzhari, kepada Serambi di Banda Aceh, Selasa (16/7). “Pemerintah Aceh seperti disampaikan Jubirnya juga sudah mengakui jika pembangunan Aceh tidak mencapai target. Ini berarti RPJMA harus segera dievaluasi secara menyeluruh,” imbuh Nurzahri.

Menurut politisi Partai Aceh (PA) ini, tidak ada gunanya membanggakan pertumbuhan positif yang tidak seberapa jika target RPJM tidak tercapai. “Dikatakan ‘Aceh Hebat’ jika apa yang telah ditargetkan itu tercapai,” simpul Nurzahri.

Persoalan ini, lanjut dia lagi, tidak boleh dianggap sepele, karena capaian pembangunan 2018 kemarin juga akan mengoreksi capaian pada tahun 2019 ini dan tahun-tahun berikutnya, termasuk capaian secara keseluruhan, yaitu lima tahun pemerintahan Irwandi-Nova.

“Jadi sebenarnya, dengan capaian pembangunan tahun 2018, sudah bisa diprediksi bahwa program ‘Aceh Hebat’ akan gagal. Jika itu yang terjadi, apanya yang ‘hebat’? Hebat olah mungkin iya,” tukasnya.

Karena itu, ia menyarankan agar segera dilakukan evaluasi terhadap RPJMA 2017-2022. Target-target yang telah ditetapkan harus dikoreksi serealistis mungkin. Jangan karena hanya ingin terlihat hebat lantas memasang target tinggi-tinggi.

“Contohnya kemiskinan yang ditargetkan turun 1 persen setiap tahun. Itu terlalu tinggi, makanya tidak tercapai di 2018. Makanya harus dikoreksi ke target yang realistis,” saran Nurzahri.

Selain mengevaluasi target, program-program atau perencanaan yang ditetapkan dalam RPJMA juga harus dievaluasi, karena salah satu penyebab target tak tercapai adalah karena programnya bermasalah.

Selama ini, menurut dia, evaluasi yang dilakukan hanya sebatas untuk mengukur serapan anggaran.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved