Pascaoperasi, Bocah Nurmala Menjadi Kaku

Nurmala Yani (2,5 tahun), merupakan bocah Aceh Utara yang tak putus dirundung malang

Pascaoperasi, Bocah Nurmala Menjadi Kaku
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Ketua DPRK Lhokseumawe M Yasir, menyaksikan bocah Nurmala dan ikut memberikan sumbangan saat berada di sebuah kafe kawasan Lhokseumawe, Selasa (16/7/2019). 

LHOKSEUMAWE - Nurmala Yani (2,5 tahun), merupakan bocah Aceh Utara yang tak putus dirundung malang. Dia tak bisa menangis, tak bisa bergerak. Kaki dan badannya bengkok. Di kepalanya masih tertanam selang yang dihubungkan ke lambungnya dari dalam leher untuk membuang cairan otak dari tempurung kepalanya yang tak lagi mampu diserap oleh mekanisme tubuhnya.

Kasus kaku sendi dan badan bengkok itu terjadi setelah bocah asal Tambon Baro, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, itu menjalani operasi di bagian kepalanya pada akhir November 2017 di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Orang tua Nurmala, Abu Bakar (40), menceritakan bahwa anak kelimanya itu awalnya merupakan bayi yang normal. Bisa menangis, juga bisa merangkak. Namun, saat Nurmala berumur 11 bulan, ia demam hingga kejang-kejang. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe. Dua hari dirawat di sana, anaknya itu tak lagi sadarkan diri, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia.

Setelah menjalani scanning atau pemindaian di RSU Cut Meutia, Nurmala dirujuk ke RSUZA di Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Aceh.

Sekitar 20 hari dirawat di ICU dalam kondisi tak sadarkan diri, akhirnya pihak medis berkesimpulan bahwa Nurmala harus menjalani operasi di kepala karena ada cairan di antara selaput otak dan tempurung kepalanya. Cairan itu akhirnya dialirkan melalui selang ke lambungnya sehingga bisa ke luar bersama kotorannya.

Beberapa hari setelah operasi itu, Nurmala pun langsung menjadi anak yang kaku. Tak bisa menangis, tak bisa lagi bergerak. Badan dan kakinya pun mulai bengkok. “Cuma matanya yang terbuka, kita pun hanya bisa mendengar saat dia bersin saja,” ungkap Abu Bakar.

Kondisi ini masih berlangsung sampai kini. Sedangkan selama ini mereka hanya bisa berobat jalan. “Untuk berobat ke luar kota, kami tidak mampu. Apalagi saya hanyalah buruh bangunan. Begitupun, kami berharap suatu saat nanti Nurmala bisa menjadi anak yang normal kembali,” Abu Bakar berharap.

Ia tak berniat menyalahkan siapa-siapa atau rumah sakit mana pun. Yang jelas, Abu Bakar hanya ingin menceritakan kronologis sakit anaknya dari waktu ke waktu sehingga kini tubuhnya kaku, kaki dan badannya pun bengkok. Bahkan untuk menangis pun ia tak lagi bisa. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved