Pengakuan Mantan Pemain Game PUBG di Depan Ulama Aceh, Tak Pernah Baca Alquran dan Shalat Jamaah

Selama saya main PUBG, saya enggak pernah buka Alquran, habis waktu saya. Shalat jamaah juga berkurang

Pengakuan Mantan Pemain Game PUBG di Depan Ulama Aceh, Tak Pernah Baca Alquran dan Shalat Jamaah
SERAMBINEWS.COM/YULHAM
WARGA mengikuti kompetisi game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh. 

Pengakuan Mantan Pemain Game PUBG di Depan Ulama Aceh, Tak Pernah Baca Alquran dan Shalat Jamaah

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan pemain game PUBG, Deddy Ridwan, mengaku waktunya banyak terbuang saat sedang bermain game online tersebut.

"Apa yang disampaikan oleh Psikolog, Pak Jasmadi tentang dampak negatif dari PUBG semua sudah saya rasakan. Waktu terbuang sia-sia, dan waktu sama keluarga juga berkurang. Semua sudah saya alami," tutur Deddy.

Baca: Kabut Asap Dampak dari Karhutla Semakin Tebal di Meulaboh

Hal itu disampaikannya dalam lokakarya ulama umara bidang muamalah yang bertujuan untuk menyamakan persepsi sesama ulama umara dalam memahami Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 3 Tahun 2019 tentang hukum game PUBG dan sejenisnya menurut fiqh islam.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (16-17 Juli 2019) itu berlangsung di Aula MPU Aceh, Lampeneurut, Aceh Besar.

"PUBG lahir sekitar Maret 2018, dan saya mulai main PUBG sekitar Mei atau Juni 2018. Na'udzubillah, dalam minggu ini PUBG akan meluncurkan season ke-8. Ini luar biasa, dan di season ke-8 ini saya dapat bocoran akan dilengkapi dengan efek-efek yang sangat brutal daripada efek-efek darah dan sebagainya," jelas Deddy yang juga Founder Facebook PUBG Aceh dengan anggota ratusan orang.

Baca: VIDEO - Tinggalkan Jejak Kaki, Buaya yang Masuk ke Sungai Lhoong Aceh Besar Ditangkap

Dikatakannya, bagi pemain PUBG mereka tidak merasakan dampak psikologis dari game tersebut.

"Selama saya main PUBG, saya enggak pernah buka Alquran, habis waktu saya. Shalat jamaah juga berkurang. Itu separah-parahnya mainan tersebut merusak," akunya yang berharap agar lokakarya ini benar-benar diseriusi.

Awal berhenti menjadi pemain PUBG, kata Deddy yaitu ketika tahun 2018, saat masuk musim kampanye ia diminta beberapa calon legislatif (caleg) untuk membantunya di timses. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved